<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekonomi Archives - kanalesia.com</title>
	<atom:link href="https://www.kanalesia.com/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kanalesia.com/tag/ekonomi/</link>
	<description>Bringing the knowledge you need</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 02:08:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.kanalesia.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-Your-paragraph-text-150x150.png</url>
	<title>ekonomi Archives - kanalesia.com</title>
	<link>https://www.kanalesia.com/tag/ekonomi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gudang Garam Terancam Bangkrut: Ada Apa dengan Industri Rokok Indonesia?</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/gudang-garam-terancam-bangkrut-ada-apa-dengan-industri-rokok-indonesia/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/gudang-garam-terancam-bangkrut-ada-apa-dengan-industri-rokok-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 02:08:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/gudang-garam-terancam-bangkrut-ada-apa-dengan-industri-rokok-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gudang Garam, salah satu raksasa industri rokok nasional, sedang menghadapi tantangan besar. Perusahaan yang selama puluhan tahun menjadi simbol kekuatan bisnis tembakau di Indonesia ini kini menunjukkan tanda-tanda rapuh. Pertanyaannya: bagaimana bisa industri yang terlihat kuat justru terancam tumbang? Padahal, menurut data WHO, 73,2% pria Indonesia adalah perokok aktif&#8212;angka yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/gudang-garam-terancam-bangkrut-ada-apa-dengan-industri-rokok-indonesia/">Gudang Garam Terancam Bangkrut: Ada Apa dengan Industri Rokok Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="313" data-end="626"><strong data-start="313" data-end="329">Gudang Garam</strong>, salah satu raksasa industri rokok nasional, sedang menghadapi tantangan besar. Perusahaan yang selama puluhan tahun menjadi simbol kekuatan bisnis tembakau di Indonesia ini kini menunjukkan tanda-tanda rapuh. Pertanyaannya: <strong data-start="555" data-end="626">bagaimana bisa industri yang terlihat kuat justru terancam tumbang?</strong></p>
<p data-start="628" data-end="935">Padahal, menurut data WHO, <strong data-start="655" data-end="700">73,2% pria Indonesia adalah perokok aktif</strong>&mdash;angka yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia. Namun, <strong data-start="813" data-end="856">kenyataannya tidak seindah kelihatannya</strong>. Laba bersih Gudang Garam <strong data-start="883" data-end="908">anjlok lebih dari 82%</strong> dalam satu tahun terakhir.</p>
<hr data-start="937" data-end="940">
<h2 data-start="942" data-end="985">Penurunan Drastis dalam Kinerja Keuangan</h2>
<p data-start="987" data-end="1276">Pada tahun 2019, Gudang Garam mencatat laba bersih sebesar <strong data-start="1046" data-end="1064">Rp10,8 triliun</strong>. Namun pada 2024, angka itu merosot tajam menjadi hanya <strong data-start="1121" data-end="1137">Rp981 miliar</strong>. Penurunan tajam ini juga tercermin pada harga sahamnya, yang meluncur dari kisaran <strong data-start="1222" data-end="1275">Rp90.000 per lembar menjadi hanya sekitar Rp9.600</strong>.</p>
<p data-start="1278" data-end="1570">Sebagai langkah efisiensi, Gudang Garam bahkan menghentikan pembelian tembakau dari wilayah Temanggung karena <strong data-start="1388" data-end="1410">stok yang menumpuk</strong> dan dinilai cukup untuk kebutuhan produksi hingga <strong data-start="1461" data-end="1485">empat tahun ke depan</strong>. Ini adalah sinyal kuat bahwa perusahaan tengah melakukan penghematan besar-besaran.</p>
<hr data-start="1572" data-end="1575">
<h2 data-start="1577" data-end="1596">Apa Penyebabnya?</h2>
<h3 data-start="1598" data-end="1639">1. <strong data-start="1605" data-end="1639">Kenaikan Cukai dan Harga Rokok</strong></h3>
<p data-start="1640" data-end="1947">Kementerian Keuangan secara berkala menaikkan <strong data-start="1686" data-end="1729">cukai rokok dan Harga Jual Eceran (HJE)</strong>, yang langsung berdampak pada harga jual di pasaran. Akibatnya, <strong data-start="1794" data-end="1826">daya beli masyarakat stagnan</strong> bahkan menurun. Rokok menjadi barang mahal, dan konsumen mulai beralih ke produk yang lebih murah&mdash;termasuk rokok ilegal.</p>
<h3 data-start="1949" data-end="1995">2. <strong data-start="1956" data-end="1995">Meningkatnya Peredaran Rokok Ilegal</strong></h3>
<p data-start="1996" data-end="2308">Peredaran rokok tanpa cukai kini semakin meluas. Dalam lima bulan pertama tahun 2025, <strong data-start="2082" data-end="2151">Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY menyita 61 juta batang rokok ilegal</strong>. Rokok ilegal ini dijual dengan harga jauh lebih murah, dan tanpa beban pajak negara, menjadikannya saingan serius bagi produsen resmi seperti Gudang Garam.</p>
<h3 data-start="2310" data-end="2354">3. <strong data-start="2317" data-end="2354">Lesunya Pasar Ekspor dan Domestik</strong></h3>
<p data-start="2355" data-end="2448">Permintaan rokok Gudang Garam juga <strong data-start="2390" data-end="2447">menurun baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri</strong>:</p>
<ul data-start="2449" data-end="2518">
<li data-start="2449" data-end="2483">
<p data-start="2451" data-end="2483">Penjualan ekspor turun <strong data-start="2474" data-end="2483">12,1%</strong></p>
</li>
<li data-start="2484" data-end="2518">
<p data-start="2486" data-end="2518">Penjualan domestik turun <strong data-start="2511" data-end="2518">17%</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="2520" data-end="2621">Dengan dua pasar utama sama-sama melemah, tekanan terhadap arus kas perusahaan menjadi semakin berat.</p>
<h3 data-start="2623" data-end="2669">4. <strong data-start="2630" data-end="2669">Ketertinggalan dalam Inovasi Produk</strong></h3>
<p data-start="2670" data-end="2965">Tren konsumsi rokok juga mulai bergeser ke <strong data-start="2713" data-end="2741">rokok elektrik atau vape</strong>. Sayangnya, Gudang Garam masih fokus di segmen rokok konvensional dan belum memiliki produk unggulan di pasar rokok elektrik, tidak seperti para pesaingnya. <strong data-start="2899" data-end="2965">Ketertinggalan inovasi ini memperparah posisi mereka di pasar.</strong></p>
<hr data-start="2967" data-end="2970">
<h2 data-start="2972" data-end="3017">Dampak yang Lebih Luas dari Sekadar Bisnis</h2>
<h3 data-start="3019" data-end="3061">1. <strong data-start="3026" data-end="3061">Ancaman Terhadap Lapangan Kerja</strong></h3>
<p data-start="3062" data-end="3248">Industri rokok menyerap sekitar <strong data-start="3094" data-end="3126">5 hingga 6 juta tenaga kerja</strong>, mulai dari petani tembakau, buruh linting, hingga distributor dan pedagang eceran. Jika Gudang Garam benar-benar kolaps:</p>
<ul data-start="3249" data-end="3366">
<li data-start="3249" data-end="3289">
<p data-start="3251" data-end="3289"><strong data-start="3251" data-end="3289">20.000 karyawan langsung terdampak</strong></p>
</li>
<li data-start="3290" data-end="3366">
<p data-start="3292" data-end="3366">Ratusan ribu pekerja lainnya dalam rantai distribusi juga ikut terpengaruh</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3368" data-end="3489">Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, <strong data-start="3413" data-end="3488">kehilangan sumber penghasilan bisa menjadi bencana bagi banyak keluarga</strong>.</p>
<h3 data-start="3491" data-end="3531">2. <strong data-start="3498" data-end="3531">Penerimaan Negara Bisa Anjlok</strong></h3>
<p data-start="3532" data-end="3603">Cukai rokok merupakan <strong data-start="3554" data-end="3602">salah satu sumber pendapatan terbesar negara</strong>:</p>
<ul data-start="3604" data-end="3809">
<li data-start="3604" data-end="3684">
<p data-start="3606" data-end="3684">Pada 2022, total penerimaan negara dari cukai rokok mencapai <strong data-start="3667" data-end="3684">Rp226 triliun</strong></p>
</li>
<li data-start="3685" data-end="3809">
<p data-start="3687" data-end="3809"><strong data-start="3687" data-end="3724">7,8% dari total pendapatan negara</strong> berasal dari cukai, lebih besar dibandingkan kontribusi BUMN yang hanya sekitar 2,7%</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3811" data-end="4022">Jika perusahaan rokok resmi seperti Gudang Garam tumbang, dan pasarnya diambil alih oleh produk ilegal, <strong data-start="3915" data-end="3970">negara berisiko kehilangan sumber pendanaan penting</strong>, termasuk untuk sektor kesehatan dan infrastruktur.</p>
<hr data-start="4024" data-end="4027">
<h2 data-start="4029" data-end="4060">Industri yang Harus Berbenah</h2>
<p data-start="4062" data-end="4365">Kondisi Gudang Garam saat ini <strong data-start="4092" data-end="4135">bukan hanya cermin dari satu perusahaan</strong>, melainkan bisa menjadi <strong data-start="4160" data-end="4221">indikator kegentingan seluruh industri rokok konvensional</strong> di Indonesia. Jika perusahaan besar saja bisa terguncang, <strong data-start="4280" data-end="4346">pabrik-pabrik kecil yang lebih rentan bisa lebih cepat tumbang</strong> dalam efek domino.</p>
<h3 data-start="4367" data-end="4395">Langkah yang Diperlukan:</h3>
<ul data-start="4396" data-end="4618">
<li data-start="4396" data-end="4459">
<p data-start="4398" data-end="4459"><strong data-start="4398" data-end="4416">Inovasi produk</strong> (termasuk ekspansi ke rokok elektrik/vape)</p>
</li>
<li data-start="4460" data-end="4511">
<p data-start="4462" data-end="4511"><strong data-start="4462" data-end="4511">Peningkatan efisiensi produksi dan distribusi</strong></p>
</li>
<li data-start="4512" data-end="4618">
<p data-start="4514" data-end="4618"><strong data-start="4514" data-end="4552">Kebijakan pemerintah yang seimbang</strong> antara tujuan kesehatan publik dan keberlangsungan ekonomi formal</p>
</li>
</ul>
<hr data-start="4620" data-end="4623">
<h2 data-start="4625" data-end="4638">Kesimpulan</h2>
<p data-start="4640" data-end="4872">Gudang Garam adalah bagian dari <strong data-start="4672" data-end="4693">ekosistem ekonomi</strong> yang luas dan kompleks. Di balik satu bungkus rokok, ada <strong data-start="4751" data-end="4796">jutaan orang yang menggantungkan hidupnya</strong>, dari petani tembakau, buruh pabrik, hingga pedagang kecil di pelosok desa.</p>
<p data-start="4874" data-end="5185">Jika perusahaan sekelas Gudang Garam goyah, ini bukan hanya soal <strong data-start="4939" data-end="4958">kerugian bisnis</strong>, tetapi soal <strong data-start="4972" data-end="5007">kelangsungan ekonomi masyarakat</strong> dan <strong data-start="5012" data-end="5044">stabilitas penerimaan negara</strong>. Ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia yang terus berubah, <strong data-start="5106" data-end="5157">bahkan pemain besar pun harus mampu beradaptasi</strong>&mdash;atau bersiap untuk tumbang.</p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


            <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
            <iframe title="Menjelaskan Dengan Mudah Kenapa Gudang Garam Terancam Bangkrut" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/sl8JKxvzhYg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
            </div></figure>
            <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/gudang-garam-terancam-bangkrut-ada-apa-dengan-industri-rokok-indonesia/">Gudang Garam Terancam Bangkrut: Ada Apa dengan Industri Rokok Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/gudang-garam-terancam-bangkrut-ada-apa-dengan-industri-rokok-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Investasi Emas vs Saham Bank BCA Sejak Tahun 2000: Mana yang Lebih Menguntungkan?</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/investasi-emas-vs-saham-bank-bca-sejak-tahun-2000-mana-yang-lebih-menguntungkan/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/investasi-emas-vs-saham-bank-bca-sejak-tahun-2000-mana-yang-lebih-menguntungkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 02:33:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/investasi-emas-vs-saham-bank-bca-sejak-tahun-2000-mana-yang-lebih-menguntungkan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi jika Anda menginvestasikan uang Rp700.000 pada tahun 2000? Bagaimana pertumbuhannya setelah 25 tahun berlalu? Apakah emas masih menjadi pilihan terbaik? Atau ada instrumen lain yang jauh lebih menguntungkan? Dalam artikel ini, kita akan membandingkan dua pilihan investasi populer &#8212; emas dan saham Bank BCA (BBCA) &#8212; sejak tahun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/investasi-emas-vs-saham-bank-bca-sejak-tahun-2000-mana-yang-lebih-menguntungkan/">Investasi Emas vs Saham Bank BCA Sejak Tahun 2000: Mana yang Lebih Menguntungkan?</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="384" data-end="637">Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi jika Anda menginvestasikan uang Rp700.000 pada tahun 2000? Bagaimana pertumbuhannya setelah 25 tahun berlalu? Apakah emas masih menjadi pilihan terbaik? Atau ada instrumen lain yang jauh lebih menguntungkan?</p>
<p data-start="639" data-end="905">Dalam artikel ini, kita akan membandingkan dua pilihan investasi populer &mdash; <strong data-start="714" data-end="722">emas</strong> dan <strong data-start="727" data-end="752">saham Bank BCA (BBCA)</strong> &mdash; sejak tahun 2000 hingga tahun 2025, dan membongkar alasan mengapa investasi saham perusahaan besar bisa menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar.</p>
<hr data-start="907" data-end="910">
<h3 data-start="912" data-end="963">Emas: Instrumen Klasik yang Stabil dan Berwujud</h3>
<p data-start="965" data-end="1093">Emas telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman. Mudah dipahami, berwujud, dan nilainya cenderung naik seiring waktu.</p>
<h4 data-start="1095" data-end="1124">Simulasi Investasi Emas:</h4>
<ul data-start="1125" data-end="1378">
<li data-start="1125" data-end="1138">
<p data-start="1127" data-end="1138">Tahun: 2000</p>
</li>
<li data-start="1139" data-end="1161">
<p data-start="1141" data-end="1161">Investasi: Rp700.000</p>
</li>
<li data-start="1162" data-end="1203">
<p data-start="1164" data-end="1203">Harga emas saat itu: &plusmn;Rp40.000 per gram</p>
</li>
<li data-start="1204" data-end="1234">
<p data-start="1206" data-end="1234">Emas yang dibeli: &plusmn;17,5 gram</p>
</li>
<li data-start="1235" data-end="1279">
<p data-start="1237" data-end="1279">Harga emas per gram tahun 2025: &plusmn;Rp928.000</p>
</li>
<li data-start="1280" data-end="1348">
<p data-start="1282" data-end="1348">Nilai investasi saat ini: 17,5 gram x Rp928.000 = <strong data-start="1332" data-end="1348">Rp16.240.000</strong></p>
</li>
<li data-start="1349" data-end="1378">
<p data-start="1351" data-end="1378"><strong data-start="1351" data-end="1378">Kenaikan total: +2.220%</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="1380" data-end="1568">Kenaikan ini tentu mengesankan. Dalam 25 tahun, nilai investasi Anda naik lebih dari 22 kali lipat. Tak heran jika banyak orang tua zaman dulu menyarankan menyimpan uang dalam bentuk emas.</p>
<hr data-start="1570" data-end="1573">
<h3 data-start="1575" data-end="1633">Saham Bank BCA: Return Tak Terduga dari IPO Tahun 2000</h3>
<p data-start="1635" data-end="1767">Kini mari kita bandingkan dengan investasi di <strong data-start="1681" data-end="1699">saham Bank BCA</strong>, yang melakukan IPO (Initial Public Offering) pada <strong data-start="1751" data-end="1766">31 Mei 2000</strong>.</p>
<h4 data-start="1769" data-end="1783">Data IPO:</h4>
<ul data-start="1784" data-end="1920">
<li data-start="1784" data-end="1831">
<p data-start="1786" data-end="1831">Harga per lembar saham saat IPO: <strong data-start="1819" data-end="1831">Rp14.400</strong></p>
</li>
<li data-start="1832" data-end="1871">
<p data-start="1834" data-end="1871">1 lot = <strong data-start="1842" data-end="1856">500 lembar</strong> (standar lama)</p>
</li>
<li data-start="1872" data-end="1920">
<p data-start="1874" data-end="1920">Investasi Rp700.000 = hampir 1 lot (Rp720.000)</p>
</li>
</ul>
<h4 data-start="1922" data-end="1950">Perjalanan Harga Saham:</h4>
<p data-start="1951" data-end="2055">Saham BCA tidak hanya mengalami kenaikan harga, tetapi juga mengalami <strong data-start="2021" data-end="2047">empat kali stock split</strong>, yaitu:</p>
<div class="_tableContainer_16hzy_1">
<div class="_tableWrapper_16hzy_14 group flex w-fit flex-col-reverse" tabindex="-1">
<table class="w-fit min-w-(--thread-content-width)" data-start="2057" data-end="2342">
<thead data-start="2057" data-end="2102">
<tr data-start="2057" data-end="2102">
<th data-start="2057" data-end="2065" data-col-size="sm">Tahun</th>
<th data-start="2065" data-end="2085" data-col-size="sm">Rasio Stock Split</th>
<th data-start="2085" data-end="2102" data-col-size="sm">Jumlah Lembar</th>
</tr>
</thead>
<tbody data-start="2151" data-end="2342">
<tr data-start="2151" data-end="2198">
<td data-start="2151" data-end="2159" data-col-size="sm">2001</td>
<td data-start="2159" data-end="2180" data-col-size="sm">1:2</td>
<td data-start="2180" data-end="2198" data-col-size="sm">1.000</td>
</tr>
<tr data-start="2199" data-end="2246">
<td data-start="2199" data-end="2207" data-col-size="sm">2004</td>
<td data-start="2207" data-end="2228" data-col-size="sm">1:2</td>
<td data-start="2228" data-end="2246" data-col-size="sm">2.000</td>
</tr>
<tr data-start="2247" data-end="2294">
<td data-start="2247" data-end="2255" data-col-size="sm">2008</td>
<td data-start="2255" data-end="2276" data-col-size="sm">1:2</td>
<td data-start="2276" data-end="2294" data-col-size="sm">4.000</td>
</tr>
<tr data-start="2295" data-end="2342">
<td data-start="2295" data-end="2303" data-col-size="sm">2021</td>
<td data-start="2303" data-end="2324" data-col-size="sm">1:5</td>
<td data-start="2324" data-end="2342" data-col-size="sm"><strong data-start="2326" data-end="2336">20.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="sticky end-(--thread-content-margin) h-0 self-end select-none">
<div class="absolute end-0 flex items-end">&nbsp;</div>
</div>
</div>
</div>
<p data-start="2344" data-end="2448">Maka, 500 lembar saham yang dibeli di tahun 2000, berubah menjadi <strong data-start="2410" data-end="2433">20.000 lembar saham</strong> di tahun 2025.</p>
<h4 data-start="2450" data-end="2476">Harga Saham Saat Ini:</h4>
<ul data-start="2477" data-end="2618">
<li data-start="2477" data-end="2529">
<p data-start="2479" data-end="2529">Harga saham BCA tahun 2025: <strong data-start="2507" data-end="2529">Rp9.075 per lembar</strong></p>
</li>
<li data-start="2530" data-end="2587">
<p data-start="2532" data-end="2587">Nilai total saham: 20.000 x Rp9.075 = <strong data-start="2570" data-end="2587">Rp181.500.000</strong></p>
</li>
<li data-start="2588" data-end="2618">
<p data-start="2590" data-end="2618"><strong data-start="2590" data-end="2618">Kenaikan total: +25.828%</strong></p>
</li>
</ul>
<hr data-start="2620" data-end="2623">
<h3 data-start="2625" data-end="2664">Analisis Singkat: Emas vs Saham BCA</h3>
<div class="_tableContainer_16hzy_1">
<div class="_tableWrapper_16hzy_14 group flex w-fit flex-col-reverse" tabindex="-1">
<table class="w-fit min-w-(--thread-content-width)" data-start="2666" data-end="2975">
<thead data-start="2666" data-end="2694">
<tr data-start="2666" data-end="2694">
<th data-start="2666" data-end="2674" data-col-size="sm">Aspek</th>
<th data-start="2674" data-end="2681" data-col-size="sm">Emas</th>
<th data-start="2681" data-end="2694" data-col-size="sm">Saham BCA</th>
</tr>
</thead>
<tbody data-start="2724" data-end="2975">
<tr data-start="2724" data-end="2766">
<td data-start="2724" data-end="2741" data-col-size="sm">Investasi Awal</td>
<td data-start="2741" data-end="2753" data-col-size="sm">Rp700.000</td>
<td data-start="2753" data-end="2766" data-col-size="sm">Rp700.000</td>
</tr>
<tr data-start="2767" data-end="2818">
<td data-start="2767" data-end="2786" data-col-size="sm">Nilai Tahun 2025</td>
<td data-start="2786" data-end="2801" data-col-size="sm">Rp16.240.000</td>
<td data-start="2801" data-end="2818" data-col-size="sm">Rp181.500.000</td>
</tr>
<tr data-start="2819" data-end="2854">
<td data-start="2819" data-end="2834" data-col-size="sm">Kenaikan (%)</td>
<td data-start="2834" data-end="2843" data-col-size="sm">2.220%</td>
<td data-start="2843" data-end="2854" data-col-size="sm">25.828%</td>
</tr>
<tr data-start="2855" data-end="2892">
<td data-start="2855" data-end="2864" data-col-size="sm">Risiko</td>
<td data-start="2864" data-end="2873" data-col-size="sm">Rendah</td>
<td data-start="2873" data-end="2892" data-col-size="sm">Menengah-Tinggi</td>
</tr>
<tr data-start="2893" data-end="2930">
<td data-start="2893" data-end="2903" data-col-size="sm">Dividen</td>
<td data-start="2903" data-end="2915" data-col-size="sm">Tidak ada</td>
<td data-start="2915" data-end="2930" data-col-size="sm">Ada (rutin)</td>
</tr>
<tr data-start="2931" data-end="2975">
<td data-start="2931" data-end="2940" data-col-size="sm">Bentuk</td>
<td data-start="2940" data-end="2948" data-col-size="sm">Fisik</td>
<td data-start="2948" data-end="2975" data-col-size="sm">Digital, tidak berwujud</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="sticky end-(--thread-content-margin) h-0 self-end select-none">
<div class="absolute end-0 flex items-end">&nbsp;</div>
</div>
</div>
</div>
<hr data-start="2977" data-end="2980">
<h3 data-start="2982" data-end="3030">Kenapa Saham Bank BCA Bisa Naik Sebesar Itu?</h3>
<p data-start="3032" data-end="3144">Alasan utama di balik lonjakan luar biasa nilai saham BCA adalah <strong data-start="3097" data-end="3143">pertumbuhan fundamental kinerja perusahaan</strong>.</p>
<h4 data-start="3146" data-end="3184">Pertumbuhan Laba Bersih Bank BCA:</h4>
<div class="_tableContainer_16hzy_1">
<div class="_tableWrapper_16hzy_14 group flex w-fit flex-col-reverse" tabindex="-1">
<table class="w-fit min-w-(--thread-content-width)" data-start="3186" data-end="3368">
<thead data-start="3186" data-end="3209">
<tr data-start="3186" data-end="3209">
<th data-start="3186" data-end="3194" data-col-size="sm">Tahun</th>
<th data-start="3194" data-end="3209" data-col-size="sm">Laba Bersih</th>
</tr>
</thead>
<tbody data-start="3234" data-end="3368">
<tr data-start="3234" data-end="3259">
<td data-start="3234" data-end="3242" data-col-size="sm">2000</td>
<td data-col-size="sm" data-start="3242" data-end="3259">Rp1,8 triliun</td>
</tr>
<tr data-start="3260" data-end="3285">
<td data-start="3260" data-end="3268" data-col-size="sm">2005</td>
<td data-col-size="sm" data-start="3268" data-end="3285">Rp3,3 triliun</td>
</tr>
<tr data-start="3286" data-end="3312">
<td data-start="3286" data-end="3294" data-col-size="sm">2010</td>
<td data-col-size="sm" data-start="3294" data-end="3312">Rp8,48 triliun</td>
</tr>
<tr data-start="3313" data-end="3337">
<td data-start="3313" data-end="3321" data-col-size="sm">2015</td>
<td data-col-size="sm" data-start="3321" data-end="3337">Rp18 triliun</td>
</tr>
<tr data-start="3338" data-end="3368">
<td data-start="3338" data-end="3346" data-col-size="sm">2024</td>
<td data-col-size="sm" data-start="3346" data-end="3368"><strong data-start="3348" data-end="3366">Rp54,8 triliun</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="sticky end-(--thread-content-margin) h-0 self-end select-none">
<div class="absolute end-0 flex items-end">&nbsp;</div>
</div>
</div>
</div>
<h4 data-start="3370" data-end="3395">Pertumbuhan Valuasi:</h4>
<ul data-start="3396" data-end="3472">
<li data-start="3396" data-end="3429">
<p data-start="3398" data-end="3429">2000: sekitar <strong data-start="3412" data-end="3429">Rp4,1 triliun</strong></p>
</li>
<li data-start="3430" data-end="3472">
<p data-start="3432" data-end="3472">2024: mencapai <strong data-start="3447" data-end="3472">Rp1.100 triliun lebih</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="3474" data-end="3596">Ini berarti, pasar menghargai kinerja perusahaan yang terus meningkat dengan menaikkan harga sahamnya dari waktu ke waktu.</p>
<hr data-start="3598" data-end="3601">
<h3 data-start="3603" data-end="3635">Apakah Investasi Emas Salah?</h3>
<p data-start="3637" data-end="3961"><strong data-start="3637" data-end="3658">Tentu saja tidak.</strong> Emas tetap merupakan salah satu bentuk investasi paling stabil sepanjang sejarah. Nilainya relatif tahan terhadap inflasi dan krisis ekonomi global. Namun, jika Anda mencari <strong data-start="3833" data-end="3885">potensi pertumbuhan nilai yang jauh lebih tinggi</strong>, maka investasi di saham perusahaan unggulan bisa jadi lebih menguntungkan.</p>
<hr data-start="3963" data-end="3966">
<h3 data-start="3968" data-end="4000">Apa yang Bisa Kita Pelajari?</h3>
<ol data-start="4002" data-end="4396">
<li data-start="4002" data-end="4109">
<p data-start="4005" data-end="4109"><strong data-start="4005" data-end="4033">Investasi jangka panjang</strong> bisa memberikan hasil luar biasa, asal ditempatkan di instrumen yang tepat.</p>
</li>
<li data-start="4110" data-end="4208">
<p data-start="4113" data-end="4208"><strong data-start="4113" data-end="4151">Saham bukan sekadar angka di layar</strong> &mdash; di baliknya ada perusahaan nyata dengan kinerja nyata.</p>
</li>
<li data-start="4209" data-end="4288">
<p data-start="4212" data-end="4288"><strong data-start="4212" data-end="4265">Mempelajari fundamental perusahaan sangat penting</strong> sebelum membeli saham.</p>
</li>
<li data-start="4289" data-end="4396">
<p data-start="4292" data-end="4396">Emas cocok untuk konservatif dan diversifikasi, tapi jangan abaikan potensi luar biasa dari pasar saham.</p>
</li>
</ol>
<hr data-start="4398" data-end="4401">
<h3 data-start="4403" data-end="4444">Tips Jika Ingin Mulai Investasi Saham</h3>
<ul data-start="4446" data-end="4704">
<li data-start="4446" data-end="4507">
<p data-start="4448" data-end="4507">Pilih perusahaan dengan rekam jejak pertumbuhan yang solid.</p>
</li>
<li data-start="4508" data-end="4580">
<p data-start="4510" data-end="4580">Perhatikan <strong data-start="4521" data-end="4532">dividen</strong>, <strong data-start="4534" data-end="4558">manajemen perusahaan</strong>, dan <strong data-start="4564" data-end="4579">laba bersih</strong>.</p>
</li>
<li data-start="4581" data-end="4651">
<p data-start="4583" data-end="4651">Diversifikasi tetap penting &mdash; jangan taruh semua dana di satu saham.</p>
</li>
<li data-start="4652" data-end="4704">
<p data-start="4654" data-end="4704">Gunakan aplikasi sekuritas resmi yang diawasi OJK.</p>
</li>
</ul>
<hr data-start="4706" data-end="4709">
<h2 data-start="4711" data-end="4724">Kesimpulan</h2>
<p data-start="4726" data-end="5036">Investasi Rp700.000 di tahun 2000 bisa berubah jadi Rp16 juta dengan emas, atau jadi Rp181 juta jika dibelikan saham Bank BCA. Angka yang sangat kontras ini menunjukkan pentingnya <strong data-start="4906" data-end="4938">memahami instrumen investasi</strong>, dan bagaimana <strong data-start="4954" data-end="4988">pertumbuhan kinerja perusahaan</strong> bisa menghasilkan return yang luar biasa besar.</p>
<p data-start="5038" data-end="5136">Yang terpenting, bukan siapa yang mulai duluan, tapi siapa yang <strong data-start="5102" data-end="5117">mau belajar</strong> dan <strong data-start="5122" data-end="5135">konsisten</strong>.</p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


            <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
            <iframe title="Nabung Emas vs Nabung Saham Bank BCA (BBCA) | 25 tahun terakhir" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/MJQDb9U9XY4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
            </div></figure>
            <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/investasi-emas-vs-saham-bank-bca-sejak-tahun-2000-mana-yang-lebih-menguntungkan/">Investasi Emas vs Saham Bank BCA Sejak Tahun 2000: Mana yang Lebih Menguntungkan?</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/investasi-emas-vs-saham-bank-bca-sejak-tahun-2000-mana-yang-lebih-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Semangkuk Bakso ke Rumah Impian: Kekuatan Disiplin dan Kebiasaan Kecil</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/dari-semangkuk-bakso-ke-rumah-impian-kekuatan-disiplin-dan-kebiasaan-kecil/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/dari-semangkuk-bakso-ke-rumah-impian-kekuatan-disiplin-dan-kebiasaan-kecil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 02:43:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/dari-semangkuk-bakso-ke-rumah-impian-kekuatan-disiplin-dan-kebiasaan-kecil/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu merasa uang gajimu hilang begitu saja, bahkan ketika bulan baru berjalan beberapa hari? Mungkin kamu tidak sendirian. Banyak orang merasakan hal serupa&#8212;gaji baru saja masuk, tetapi saldo tabungan sudah menyusut tanpa sadar. Fenomena ini kerap terjadi bukan karena pengeluaran besar yang tiba-tiba, melainkan karena akumulasi dari pengeluaran kecil yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Segelas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/dari-semangkuk-bakso-ke-rumah-impian-kekuatan-disiplin-dan-kebiasaan-kecil/">Dari Semangkuk Bakso ke Rumah Impian: Kekuatan Disiplin dan Kebiasaan Kecil</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="386" data-end="624">Pernahkah kamu merasa uang gajimu hilang begitu saja, bahkan ketika bulan baru berjalan beberapa hari? Mungkin kamu tidak sendirian. Banyak orang merasakan hal serupa&mdash;gaji baru saja masuk, tetapi saldo tabungan sudah menyusut tanpa sadar.</p>
<p data-start="626" data-end="1010">Fenomena ini kerap terjadi bukan karena pengeluaran besar yang tiba-tiba, melainkan karena akumulasi dari pengeluaran kecil yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Segelas kopi susu di pagi hari, makan siang pesan antar, ojek online, atau bahkan sekadar scrolling dan checkout barang di marketplace&mdash;semuanya tampak sepele, namun bila dikalkulasikan, bisa sangat menguras keuangan pribadi.</p>
<p data-start="1012" data-end="1247">Masalahnya bukan hanya pada jumlah uang yang keluar, tapi pada <strong data-start="1075" data-end="1133">kurangnya kesadaran finansial terhadap kebiasaan kecil</strong>. Dan di titik inilah saya menemukan sebuah buku yang membuka mata saya: <em data-start="1206" data-end="1227">The Compound Effect</em> karya Darren Hardy.</p>
<hr data-start="1249" data-end="1252">
<h2 data-start="1254" data-end="1283">Apa Itu <em data-start="1265" data-end="1282">Compound Effect</em>?</h2>
<p data-start="1285" data-end="1497">Darren Hardy menjelaskan bahwa perubahan besar dalam hidup tidak selalu membutuhkan langkah besar. Sebaliknya, <strong data-start="1396" data-end="1496">langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru menciptakan efek besar dalam jangka panjang</strong>.</p>
<p data-start="1499" data-end="1870">Konsepnya sederhana: apa yang kamu lakukan setiap hari, sekecil apa pun, akan menghasilkan dampak yang luar biasa jika dilakukan terus-menerus. Sama seperti seseorang yang memilih menabung Rp5.000 setiap hari. Dalam satu minggu, jumlahnya baru Rp35.000&mdash;mungkin terasa tidak signifikan. Tapi dalam lima tahun, tanpa disadari, nominal itu bisa mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p data-start="1872" data-end="2120">Sayangnya, kebanyakan dari kita menyerah terlalu cepat. Ketika hasil belum terlihat dalam waktu singkat, kita menganggap usaha kita sia-sia. Padahal seperti menanam benih, hasil baru akan datang jika kita cukup sabar untuk menyiraminya setiap hari.</p>
<hr data-start="2122" data-end="2125">
<h2 data-start="2127" data-end="2160">Dua Pilihan, Dua Nasib Berbeda</h2>
<p data-start="2162" data-end="2196">Bayangkan kamu diberi dua pilihan:</p>
<ul data-start="2198" data-end="2310">
<li data-start="2198" data-end="2240">
<p data-start="2200" data-end="2240">Menerima Rp3 juta tunai hari ini, atau</p>
</li>
<li data-start="2241" data-end="2310">
<p data-start="2243" data-end="2310">Menerima Rp100 yang akan dilipatgandakan setiap hari selama 30 hari</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2312" data-end="2564">Banyak orang akan memilih pilihan pertama karena hasilnya instan dan pasti. Tapi secara matematis, pilihan kedua akan memberikan lebih dari Rp50 juta di hari ke-30. Inilah yang disebut <strong data-start="2497" data-end="2534">kekuatan pertumbuhan eksponensial</strong>, inti dari <em data-start="2546" data-end="2563">compound effect</em>.</p>
<hr data-start="2566" data-end="2569">
<h2 data-start="2571" data-end="2629">Kisah Nyata: Ibu Penjual Bakso dan Impian Membeli Rumah</h2>
<p data-start="2631" data-end="2927">Konsep <em data-start="2638" data-end="2655">compound effect</em> tidak hanya berlaku dalam teori, tetapi juga telah terbukti dalam kehidupan nyata. Saya ingin berbagi sebuah kisah inspiratif tentang seorang ibu penjual bakso yang mampu membeli rumah seharga Rp300 juta tanpa utang, tanpa bantuan, hanya dengan konsistensi dan kesabaran.</p>
<h3 data-start="2929" data-end="2945">Kondisi Awal</h3>
<p data-start="2947" data-end="3257">Ibu ini menjalankan usaha warung bakso kecil di pinggir gang. Tidak mewah&mdash;hanya ada tiga meja plastik dan satu panci besar. Ia tidak keliling menjajakan dagangan, hanya menunggu pelanggan datang. Kadang ramai, kadang sepi. Namun di balik keterbatasan itu, ia menyimpan satu mimpi besar: memiliki rumah sendiri.</p>
<h3 data-start="3259" data-end="3296">Strategi Sederhana: Menabung Emas</h3>
<p data-start="3298" data-end="3564">Alih-alih menabung uang di bank atau menggunakan cicilan, ibu ini memilih cara yang unik namun efektif: <strong data-start="3402" data-end="3419">menabung emas</strong>. Setiap bulan, ia membeli 2 gram emas. Saat itu, harga emas per gram sekitar Rp900.000. Maka ia perlu menyisihkan sekitar Rp1.800.000 per bulan.</p>
<p data-start="3566" data-end="3862">Dengan harga semangkuk bakso Rp15.000 dan keuntungan bersih Rp5.000 per porsi, maka ia perlu menjual 360 mangkuk per bulan untuk bisa menabung emas tersebut. Itu setara dengan hanya <strong data-start="3748" data-end="3771">12 mangkuk per hari</strong>&mdash;jumlah yang sangat mungkin karena biasanya ia menjual 30 hingga 50 mangkuk setiap harinya.</p>
<h3 data-start="3864" data-end="3892">Konsistensi adalah Kunci</h3>
<p data-start="3894" data-end="3938">Ibu ini terus melakukannya secara konsisten:</p>
<ul data-start="3940" data-end="4018">
<li data-start="3940" data-end="3968">
<p data-start="3942" data-end="3968">Tahun ke-1: 24 gram emas</p>
</li>
<li data-start="3969" data-end="3992">
<p data-start="3971" data-end="3992">Tahun ke-3: 72 gram</p>
</li>
<li data-start="3993" data-end="4018">
<p data-start="3995" data-end="4018">Tahun ke-6: 140+ gram</p>
</li>
</ul>
<p data-start="4020" data-end="4248">Saat harga emas naik menjadi Rp1.200.000 per gram, nilai tabungan emasnya melonjak. Ia tidak tergoda untuk mencairkan tabungan emasnya, bahkan ketika kebutuhan mendesak datang. Ia tetap setia pada tujuan utamanya: membeli rumah.</p>
<p data-start="4250" data-end="4506">Hingga akhirnya di tahun ke-10, nilai tabungannya cukup untuk membeli rumah senilai Rp300 juta. Tanpa utang, tanpa cicilan, dan tanpa campur tangan pihak ketiga. Hanya dari hasil warung bakso dan <strong data-start="4446" data-end="4505">kebiasaan menabung kecil yang dilakukan secara disiplin</strong>.</p>
<hr data-start="4508" data-end="4511">
<h2 data-start="4513" data-end="4543">Pelajaran yang Bisa Diambil</h2>
<p data-start="4545" data-end="4577">Kisah di atas menunjukkan bahwa:</p>
<blockquote data-start="4578" data-end="4718">
<p data-start="4580" data-end="4718"><strong data-start="4580" data-end="4718">Bukan seberapa besar pendapatan kita yang menentukan masa depan, tetapi bagaimana kita mengelola uang kecil yang kita miliki hari ini.</strong></p>
</blockquote>
<p data-start="4720" data-end="4915">Kita bisa memilih untuk membelanjakan uang untuk keinginan jangka pendek, atau menyisihkannya demi mimpi jangka panjang. Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran, disiplin, dan strategi yang realistis.</p>
<hr data-start="4917" data-end="4920">
<h2 data-start="4922" data-end="4966">4 Langkah Praktis Memulai Perubahan Kecil</h2>
<p data-start="4968" data-end="5078">Bagi kamu yang ingin menerapkan prinsip <em data-start="5008" data-end="5025">compound effect</em>, berikut adalah langkah awal yang bisa kamu lakukan:</p>
<ol data-start="5080" data-end="5745">
<li data-start="5080" data-end="5255">
<p data-start="5083" data-end="5255"><strong data-start="5083" data-end="5130">Sadari Kebiasaan Kecil yang Tidak Produktif</strong><br data-start="5130" data-end="5133">Misalnya: terlalu sering jajan, scrolling media sosial berjam-jam, atau kebiasaan overthinking yang membuat kita pasif.</p>
</li>
<li data-start="5257" data-end="5428">
<p data-start="5260" data-end="5428"><strong data-start="5260" data-end="5301">Tentukan Tujuan Kecil yang Masuk Akal</strong><br data-start="5301" data-end="5304">Jangan langsung muluk-muluk. Mulai dari: menabung Rp5.000 per hari, baca 5 halaman buku, atau bangun 15 menit lebih awal.</p>
</li>
<li data-start="5430" data-end="5617">
<p data-start="5433" data-end="5617"><strong data-start="5433" data-end="5474">Bangun Sistem, Bukan Sekadar Motivasi</strong><br data-start="5474" data-end="5477">Motivasi bisa naik turun. Sistem&mdash;seperti reminder harian atau aplikasi habit tracker&mdash;akan membantu kamu tetap disiplin bahkan saat malas.</p>
</li>
<li data-start="5619" data-end="5745">
<p data-start="5622" data-end="5745"><strong data-start="5622" data-end="5650">Catat dan Ukur Progresmu</strong><br data-start="5650" data-end="5653">Catatan perkembangan akan memberikan kamu sense of achievement dan mencegah rasa stagnan.</p>
</li>
</ol>
<hr data-start="5747" data-end="5750">
<h2 data-start="5752" data-end="5783">Penutup: Mulai dari Hari Ini</h2>
<p data-start="5785" data-end="5983">Hidup bukan tentang keajaiban besar yang datang tiba-tiba. Ia tentang <strong data-start="5855" data-end="5914">keputusan kecil yang diambil berulang-ulang setiap hari</strong>. Kamu tidak perlu menunggu momen sempurna. Kamu hanya perlu memulai.</p>
<blockquote data-start="5985" data-end="6082">
<p data-start="5987" data-end="6082">Hari ini kamu bisa pilih:<br data-start="6012" data-end="6015">Tidak jajan kopi, baca satu halaman buku, tidak buka marketplace.</p>
</blockquote>
<p data-start="6084" data-end="6171">Itu mungkin terlihat sepele, tapi bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupmu.</p>
<p data-start="6173" data-end="6283">Karena dalam hidup ini, yang paling berharga bukan keberuntungan, tapi <strong data-start="6244" data-end="6282">kebiasaan yang dijaga dengan sadar</strong>.</p>
<hr data-start="6285" data-end="6288">
<p data-start="6290" data-end="6542"><strong data-start="6290" data-end="6416">Ingin belajar lebih banyak tentang buku-buku inspiratif yang bisa mengubah cara pandangmu soal uang, hidup, dan kebiasaan?</strong><br data-start="6416" data-end="6419">Ikuti terus artikel-artikel dari <em data-start="6452" data-end="6464">Buku Bekas</em>&mdash;karena buku lama belum tentu basi, kadang justru itulah yang paling berharga.</p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


            <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
            <iframe title="Kenapa Orang Sukses Selalu Pakai Compound Effect ?" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/JV_bHr--Jr0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
            </div></figure>
            <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/dari-semangkuk-bakso-ke-rumah-impian-kekuatan-disiplin-dan-kebiasaan-kecil/">Dari Semangkuk Bakso ke Rumah Impian: Kekuatan Disiplin dan Kebiasaan Kecil</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/dari-semangkuk-bakso-ke-rumah-impian-kekuatan-disiplin-dan-kebiasaan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>QRIS: Proyek Digital Indonesia yang Mengguncang Dunia Keuangan Global</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/qris-proyek-digital-indonesia-yang-mengguncang-dunia-keuangan-global/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/qris-proyek-digital-indonesia-yang-mengguncang-dunia-keuangan-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 02:14:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[apa kamu tahu]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/qris-proyek-digital-indonesia-yang-mengguncang-dunia-keuangan-global/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang masih belum menyadari bahwa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah proyek nasional karya anak bangsa. Bahkan, keberhasilannya membuat negara adidaya seperti Amerika Serikat merasa terancam. Kenapa bisa begitu? Mari kita kupas tuntas bagaimana QRIS berkembang menjadi salah satu inovasi digital paling sukses di Indonesia dan bahkan dunia. Apa Itu QRIS? QRIS merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/qris-proyek-digital-indonesia-yang-mengguncang-dunia-keuangan-global/">QRIS: Proyek Digital Indonesia yang Mengguncang Dunia Keuangan Global</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="255" data-end="621"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Banyak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">orang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">masih </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">belum </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menyadari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bahwa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Quick </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Response </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Code </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesian </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Standard) </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adalah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">proyek </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nasional </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">karya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">anak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bangsa. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Bahkan, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keberhasilannya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">membuat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">negara </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adidaya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seperti </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Amerika </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Serikat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">merasa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terancam. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kenapa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">begitu? </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kita </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kupas </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tuntas </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bagaimana </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">berkembang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menjadi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">salah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">satu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">inovasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">paling </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sukses </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bahkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dunia.</span></p>
<h2 data-start="623" data-end="639"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Apa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Itu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS?</span></h2>
<p data-start="641" data-end="909"><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">merupakan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">standar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kode </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QR </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nasional </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">diluncurkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">oleh </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Bank </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pada </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tahun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">2020. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Tujuannya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sederhana </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">namun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">revolusioner: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menyatukan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">berbagai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">metode </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">melalui </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">satu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kode </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QR </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dapat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digunakan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">oleh </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seluruh </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">aplikasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia.</span></p>
<p data-start="911" data-end="1226"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Jika </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sebelumnya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">setiap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">penyedia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">layanan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">memiliki </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kode </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QR </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sendiri (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">misalnya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Gopay, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Ovo, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Dana, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dsb.), </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">memungkinkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">semua </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">aplikasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">itu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">untuk </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terhubung </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dalam </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">satu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Konsumen </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">cukup </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">memindai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">satu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kode </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QR, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">langsung </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">membayar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menggunakan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">aplikasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">apapun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mereka </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">punya. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Praktis, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">inklusif, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">efisien.</span></p>
<h2 data-start="1228" data-end="1252"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Seberapa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Sukses </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS?</span></h2>
<p data-start="1254" data-end="1404"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Dari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sisi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adopsi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pertumbuhan, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dibilang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adalah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">proyek </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">paling </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sukses </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dalam </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sejarah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Berikut </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">beberapa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">data </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pencapaiannya:</span></p>
<ul data-start="1406" data-end="1689">
<li data-start="1406" data-end="1489">
<p data-start="1408" data-end="1489"><strong data-start="1408" data-end="1435"><span class="_fadeIn_pfttw_8">2020 (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tahun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">peluncuran)</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">124 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">juta </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nilai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sekitar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Rp8 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">triliun.</span></p>
</li>
<li data-start="1490" data-end="1560">
<p data-start="1492" data-end="1560"><strong data-start="1492" data-end="1500"><span class="_fadeIn_pfttw_8">2024</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">6,24 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">miliar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nilai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mencapai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Rp659 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">triliun.</span></p>
</li>
<li data-start="1561" data-end="1619">
<p data-start="1563" data-end="1619"><strong data-start="1563" data-end="1581"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Pengguna </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">aktif</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sekitar </span><strong data-start="1591" data-end="1618"><span class="_fadeIn_pfttw_8">55 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">juta </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">orang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">.</span></p>
</li>
<li data-start="1620" data-end="1689">
<p data-start="1622" data-end="1689"><strong data-start="1622" data-end="1634"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Merchant</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lebih </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dari </span><strong data-start="1647" data-end="1658"><span class="_fadeIn_pfttw_8">36 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">juta</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mayoritas </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adalah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pelaku </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">UMKM.</span></p>
</li>
</ul>
<p data-start="1691" data-end="1985"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Pertumbuhan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">volume </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mencapai </span><strong data-start="1729" data-end="1737"><span class="_fadeIn_pfttw_8">159%</span></strong> <span class="_fadeIn_pfttw_8">dari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tahun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sebelumnya, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nilai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">naik </span><strong data-start="1786" data-end="1794"><span class="_fadeIn_pfttw_8">141%</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Skala </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ini </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bahkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menempatkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sebagai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">negara </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adopsi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QR </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">code </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terbesar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Asia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Tenggara, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">melampaui </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Thailand (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">PromptPay), </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">India (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">UPI), </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Malaysia (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">DuitNow), </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Singapura (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">SGQR).</span></p>
<h2 data-start="1987" data-end="2023"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mengapa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mengguncang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Amerika?</span></h2>
<p data-start="2025" data-end="2427"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kesuksesan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tidak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">hanya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">membuat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bangga, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tapi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">juga </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">membuat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">khawatir </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">negara </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lain&mdash;</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terutama </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Amerika </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Serikat. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Pemerintah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">AS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">secara </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">resmi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menyampaikan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">protes </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terhadap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">melalui </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">United </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">States </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Trade </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Representative (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">USTR). </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mereka </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menilai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">domestik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lainnya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seperti </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">GPN (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Gerbang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Nasional) </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">merugikan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">perusahaan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Amerika </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seperti </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Visa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mastercard.</span></p>
<p data-start="2429" data-end="2683"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Sebelum </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adanya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Visa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menguasai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sekitar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">57% </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pasar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mastercard </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">26%. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Namun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kini, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pangsa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pasar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mereka </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">turun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ke </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">38% </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">24%. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Volume </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mereka </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mulai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tersaingi, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mencatat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">volume $</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">43 </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">miliar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pada </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">2024.</span></p>
<p data-start="2685" data-end="2723"><strong data-start="2685" data-end="2723"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Apa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">penyebab </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kekhawatiran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Amerika?</span></strong></p>
<ol data-start="2725" data-end="3318">
<li data-start="2725" data-end="2891">
<p data-start="2728" data-end="2891"><strong data-start="2728" data-end="2776"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kehilangan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pangsa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pasar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keuntungan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">besar</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Visa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mastercard </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">biasanya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mendapatkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">komisi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">setiap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kartu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seluruh </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dunia, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">termasuk </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia.</span></p>
</li>
<li data-start="2892" data-end="3066">
<p data-start="2895" data-end="3066"><strong data-start="2895" data-end="2929"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kontrol </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">data </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">global</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Amerika </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">selama </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ini </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">memiliki </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keunggulan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dalam </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">finansial </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">global. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Munculnya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lokal </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seperti </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mengurangi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dominasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tersebut.</span></p>
</li>
<li data-start="3067" data-end="3318">
<p data-start="3070" data-end="3318"><strong data-start="3070" data-end="3102"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Skema </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">biaya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lebih </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">murah</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">khususnya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">untuk </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">UMKM </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transaksi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bawah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Rp500.000, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tidak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mengenakan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">biaya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">alias </span><strong data-start="3197" data-end="3232"><span class="_fadeIn_pfttw_8">0% </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">MDR (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Merchant </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Discount </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Rate)</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Bandingkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kartu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kredit </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Visa/</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Mastercard </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mengenakan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">biaya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">hingga </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">2%.</span></p>
</li>
</ol>
<h2 data-start="3320" data-end="3351"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Faktor </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kunci </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kesuksesan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS</span></h2>
<p data-start="3353" data-end="3439"><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">berhasil </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bukan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">karena </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kebetulan, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tetapi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">karena </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">fondasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pendekatan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tepat:</span></p>
<ul data-start="3441" data-end="3806">
<li data-start="3441" data-end="3567">
<p data-start="3443" data-end="3567"><strong data-start="3443" data-end="3475"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Standar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terbuka </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nasional</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Semua </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">aplikasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">domestik, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bank </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">besar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">hingga </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dompet </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terhubung.</span></p>
</li>
<li data-start="3568" data-end="3645">
<p data-start="3570" data-end="3645"><strong data-start="3570" data-end="3604"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Infrastruktur </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">stabil </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">cepat</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Hampir </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tidak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ada </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">gangguan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">teknis </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">besar.</span></p>
</li>
<li data-start="3646" data-end="3713">
<p data-start="3648" data-end="3713"><strong data-start="3648" data-end="3674"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Dukungan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terhadap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">UMKM</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Inklusivitas </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menjadi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">prioritas </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">utama.</span></p>
</li>
<li data-start="3714" data-end="3806">
<p data-start="3716" data-end="3806"><strong data-start="3716" data-end="3735"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Efisiensi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">biaya</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">: </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Menurunkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">hambatan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">masuk </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ke </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ekonomi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bagi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pelaku </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">usaha </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kecil.</span></p>
</li>
</ul>
<h2 data-start="3808" data-end="3837"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Bahaya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Balik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kesuksesan</span></h2>
<p data-start="3839" data-end="4016"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Meski </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sangat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sukses, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menyimpan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">potensi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">risiko </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">baru, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terutama </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sisi </span><strong data-start="3915" data-end="3950"><span class="_fadeIn_pfttw_8">politik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kepentingan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ekonomi</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Setiap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">proyek </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">besar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sukses </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sering </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kali </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">memunculkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dua </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">hal:</span></p>
<ol data-start="4018" data-end="4223">
<li data-start="4018" data-end="4126">
<p data-start="4021" data-end="4126"><strong data-start="4021" data-end="4052"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Gesekan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kepentingan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">politik</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mana </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tokoh-</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tokoh </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">atau </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">partai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mulai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mengklaim </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keberhasilan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">proyek </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ini.</span></p>
</li>
<li data-start="4127" data-end="4223">
<p data-start="4130" data-end="4223"><strong data-start="4130" data-end="4179"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Potensi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">disalahgunakan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sebagai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">alat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">negosiasi</span></strong><span class="_fadeIn_pfttw_8">, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">baik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">secara </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">domestik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">maupun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">internasional.</span></p>
</li>
</ol>
<p data-start="4225" data-end="4412"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Itulah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mengapa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keberhasilan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">harus </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dijaga </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dari </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">politisasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">intervensi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">merugikan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">rakyat. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Jika </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tetap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bersih </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terarah, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menjadi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">simbol </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kemandirian </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">finansial </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">nasional.</span></p>
<h2 data-start="4414" data-end="4437"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Siapa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Balik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS?</span></h2>
<p data-start="4439" data-end="4785"><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dikembangkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">oleh </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Bank </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Asosiasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia (</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ASPI) </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dukungan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">berbagai </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pihak. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Meski </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tidak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">banyak </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">individu </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menonjol, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kolaborasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">antar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lembaga </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">inilah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menjadi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kekuatan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">utama. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Asalkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tetap </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">transparan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">profesional, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">proyek-</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">proyek </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">seperti </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ini </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">akan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">terus </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">mendukung </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kemajuan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ekonomi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia.</span></p>
<hr data-start="4787" data-end="4790">
<h2 data-start="4792" data-end="4805"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Kesimpulan</span></h2>
<p data-start="4807" data-end="5121"><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bukan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">hanya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sekadar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">alat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pembayaran </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">digital. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Ia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adalah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">simbol </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kemajuan, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kemandirian, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keberhasilan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dalam </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">membangun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ekosistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keuangan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">inklusif </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">modern. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Di </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">saat </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">negara-</span><span class="_fadeIn_pfttw_8">negara </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">besar </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">masih </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bergantung </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pada </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sistem </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lama, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">justru </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">melangkah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">maju </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dengan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">solusi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">yang </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">lebih </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">efisien </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">merakyat.</span></p>
<p data-start="5123" data-end="5340"><span class="_fadeIn_pfttw_8">Namun </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ingat, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">menjaga </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">keberhasilan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adalah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tugas </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kita </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bersama. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Jangan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">biarkan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">inovasi </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">ini </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">tergelincir </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">karena </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kepentingan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">politik </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">jangka </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">pendek. </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">QRIS </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">adalah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bukti </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bahwa </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">Indonesia </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bisa, </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">dan </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">sudah </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">saatnya </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">kita </span><span class="_fadeIn_pfttw_8">bangga!</span></p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


            <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
            <iframe loading="lazy" title="Project Negara Paling BERBAHAYA bagi Amerika (Kok Bisa?)" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/1WXfqPbbIZs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
            </div></figure>
            <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/qris-proyek-digital-indonesia-yang-mengguncang-dunia-keuangan-global/">QRIS: Proyek Digital Indonesia yang Mengguncang Dunia Keuangan Global</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/qris-proyek-digital-indonesia-yang-mengguncang-dunia-keuangan-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi 2025: Kiat Cerdas Hadapi Ketidakpastian Finansial</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/strategi-bertahan-di-tengah-krisis-ekonomi-2025-kiat-cerdas-hadapi-ketidakpastian-finansial/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/strategi-bertahan-di-tengah-krisis-ekonomi-2025-kiat-cerdas-hadapi-ketidakpastian-finansial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 03:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/strategi-bertahan-di-tengah-krisis-ekonomi-2025-kiat-cerdas-hadapi-ketidakpastian-finansial/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi perekonomian Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya pengangguran, dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi kombinasi yang sulit dihadapi oleh banyak individu maupun pelaku usaha. Di tengah situasi ini, penting untuk memahami kondisi ekonomi secara realistis serta menyusun strategi bertahan yang tepat. Realita Ekonomi Indonesia 2025 Beberapa faktor yang memperburuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/strategi-bertahan-di-tengah-krisis-ekonomi-2025-kiat-cerdas-hadapi-ketidakpastian-finansial/">Strategi Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi 2025: Kiat Cerdas Hadapi Ketidakpastian Finansial</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="" data-start="208" data-end="576">Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi perekonomian Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya pengangguran, dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi kombinasi yang sulit dihadapi oleh banyak individu maupun pelaku usaha. Di tengah situasi ini, penting untuk memahami kondisi ekonomi secara realistis serta menyusun strategi bertahan yang tepat.</p>
<h2 class="" data-start="578" data-end="611">Realita Ekonomi Indonesia 2025</h2>
<p class="" data-start="613" data-end="680">Beberapa faktor yang memperburuk kondisi ekonomi saat ini mencakup:</p>
<ul data-start="682" data-end="1236">
<li class="" data-start="682" data-end="815">
<p class="" data-start="684" data-end="815"><strong data-start="684" data-end="713">Tingginya tingkat korupsi</strong> di berbagai lapisan pemerintahan, yang merusak kepercayaan publik dan menghambat pembangunan ekonomi.</p>
</li>
<li class="" data-start="816" data-end="919">
<p class="" data-start="818" data-end="919"><strong data-start="818" data-end="860">Sistem pendidikan yang tidak responsif</strong> terhadap kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.</p>
</li>
<li class="" data-start="920" data-end="1021">
<p class="" data-start="922" data-end="1021"><strong data-start="922" data-end="952">Kepastian hukum yang lemah</strong>, yang mengurangi minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia.</p>
</li>
<li class="" data-start="1022" data-end="1119">
<p class="" data-start="1024" data-end="1119"><strong data-start="1024" data-end="1070">Tingginya tingkat konsumsi tidak produktif</strong>, seperti judi online dan pinjaman online ilegal.</p>
</li>
<li class="" data-start="1120" data-end="1236">
<p class="" data-start="1122" data-end="1236"><strong data-start="1122" data-end="1164">Pertumbuhan lapangan kerja yang lambat</strong>, tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja baru yang masuk ke pasar.</p>
</li>
</ul>
<p class="" data-start="1238" data-end="1409">Kondisi ini tidak hanya memukul masyarakat kelas bawah, tapi juga kelas menengah, profesional, hingga pegawai negeri dan BUMN yang mulai terdampak oleh efisiensi anggaran.</p>
<h2 class="" data-start="1411" data-end="1450">Tiga Prinsip Keuangan untuk Bertahan</h2>
<p class="" data-start="1452" data-end="1591">Menghadapi ketidakpastian ekonomi, masyarakat perlu memperkuat fondasi finansial pribadi. Tiga prinsip utama berikut bisa menjadi pegangan:</p>
<h3 class="" data-start="1593" data-end="1623">1. Hindari Utang Konsumtif</h3>
<p class="" data-start="1625" data-end="1830">Menghindari utang, terutama dari sumber-sumber berisiko seperti pinjol atau paylater, adalah langkah pertama. Dalam situasi krisis, beban utang justru menjadi penghambat utama untuk pulih secara finansial.</p>
<h3 class="" data-start="1832" data-end="1861">2. Kendalikan Pengeluaran</h3>
<p class="" data-start="1863" data-end="2055">Setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan dengan matang. Prioritaskan kebutuhan pokok dan kurangi belanja impulsif. Disiplin dalam mengatur arus kas menjadi kunci bertahan dalam jangka panjang.</p>
<h3 class="" data-start="2057" data-end="2088">3. Kurangi Risiko Investasi</h3>
<p class="" data-start="2090" data-end="2312">Bagi yang belum memiliki dana darurat atau stabilitas finansial, hindari mengambil risiko tinggi seperti trading aset spekulatif atau mencoba bisnis yang belum dipahami. Fokus pada pelindungan aset dan keamanan likuiditas.</p>
<h2 class="" data-start="2314" data-end="2351">Menyimpan Aset di Tempat yang Aman</h2>
<p class="" data-start="2353" data-end="2513">Dalam masa ketidakpastian, alokasi aset sebaiknya dipindahkan ke instrumen yang relatif stabil dan mudah dicairkan. Beberapa pilihan aset yang direkomendasikan:</p>
<ul data-start="2515" data-end="2734">
<li class="" data-start="2515" data-end="2569">
<p class="" data-start="2517" data-end="2569"><strong data-start="2517" data-end="2525">Emas</strong>: bersifat likuid dan relatif tahan inflasi.</p>
</li>
<li class="" data-start="2570" data-end="2641">
<p class="" data-start="2572" data-end="2641"><strong data-start="2572" data-end="2596">Reksadana pasar uang</strong>: menawarkan kestabilan dengan risiko rendah.</p>
</li>
<li class="" data-start="2642" data-end="2734">
<p class="" data-start="2644" data-end="2734"><strong data-start="2644" data-end="2674">Reksadana pendapatan tetap</strong>: memberikan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko moderat.</p>
</li>
</ul>
<p class="" data-start="2736" data-end="2870">Fokus utama bukan untuk mencari keuntungan besar, melainkan untuk menjaga nilai kekayaan tetap aman dan mudah diakses saat diperlukan.</p>
<h2 class="" data-start="2872" data-end="2910">Alternatif Meningkatkan Penghasilan</h2>
<p class="" data-start="2912" data-end="3185">Kondisi ekonomi formal yang memburuk membuat banyak orang harus mencari alternatif di luar jalur pekerjaan konvensional. Dunia kerja tidak lagi terbatas pada kantor dan jam kerja tetap. Ekonomi digital dan sektor informal menawarkan berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan.</p>
<p class="" data-start="3187" data-end="3240">Beberapa opsi yang patut dipertimbangkan antara lain:</p>
<ul data-start="3242" data-end="3609">
<li class="" data-start="3242" data-end="3326">
<p class="" data-start="3244" data-end="3326"><strong data-start="3244" data-end="3284">Menjual produk secara live streaming</strong> di platform media sosial atau e-commerce.</p>
</li>
<li class="" data-start="3327" data-end="3426">
<p class="" data-start="3329" data-end="3426"><strong data-start="3329" data-end="3359">Menjadi freelancer digital</strong>, seperti penulis, desainer, editor video, atau admin media sosial.</p>
</li>
<li class="" data-start="3427" data-end="3502">
<p class="" data-start="3429" data-end="3502"><strong data-start="3429" data-end="3455">Menjual produk digital</strong>, seperti template, e-book, atau kursus online.</p>
</li>
<li class="" data-start="3503" data-end="3609">
<p class="" data-start="3505" data-end="3609"><strong data-start="3505" data-end="3551">Mengerjakan proyek-proyek dari luar negeri</strong> melalui platform seperti Upwork, Fiverr, atau Freelancer.</p>
</li>
</ul>
<p class="" data-start="3611" data-end="3733">Dengan hanya bermodalkan laptop dan koneksi internet, banyak jenis pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.</p>
<h2 class="" data-start="3735" data-end="3760">Tantangan dan Adaptasi</h2>
<p class="" data-start="3762" data-end="3956">Sayangnya, belum semua orang siap untuk beralih ke dunia kerja digital. Banyak yang masih kesulitan mengakses teknologi, belum memiliki keterampilan dasar, atau tidak tahu harus mulai dari mana.</p>
<p class="" data-start="3958" data-end="4269">Namun, tantangan ini bisa diatasi dengan komitmen untuk belajar dan terbuka terhadap perubahan. Saat ini, tersedia banyak sumber belajar gratis maupun berbayar yang bisa membantu siapa saja membangun skill baru, mulai dari copywriting, desain grafis, administrasi digital, hingga kemampuan bahasa Inggris dasar.</p>
<h2 class="" data-start="4271" data-end="4284">Kesimpulan</h2>
<p class="" data-start="4286" data-end="4594">Krisis ekonomi tahun 2025 bukanlah akhir dari segalanya, tetapi menjadi ujian bagi ketangguhan dan adaptabilitas masyarakat Indonesia. Bertahan di tengah krisis bukan hanya soal mencari cara untuk bertahan hidup, tapi juga tentang bagaimana membentuk ulang cara kita bekerja, berproduksi, dan mengelola uang.</p>
<p class="" data-start="4596" data-end="4776">Mereka yang mampu membaca perubahan dan berani melangkah keluar dari zona nyaman akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap bertahan, bahkan berkembang, di tengah badai ekonomi.</p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


            <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
            <iframe loading="lazy" title="Cara Survive Keuangan Di Ekonomi Sulit Tahun 2025" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/3WNrvyQfZa4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
            </div></figure>
            <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/strategi-bertahan-di-tengah-krisis-ekonomi-2025-kiat-cerdas-hadapi-ketidakpastian-finansial/">Strategi Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi 2025: Kiat Cerdas Hadapi Ketidakpastian Finansial</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/strategi-bertahan-di-tengah-krisis-ekonomi-2025-kiat-cerdas-hadapi-ketidakpastian-finansial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Irlandia Catat Surplus Anggaran Terbesar: Faktor Penyebab, Dampak, dan Tantangan ke Depan</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/irlandia-catat-surplus-anggaran-terbesar-faktor-penyebab-dampak-dan-tantangan-ke-depan/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/irlandia-catat-surplus-anggaran-terbesar-faktor-penyebab-dampak-dan-tantangan-ke-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2025 01:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[SurplusAnggaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/irlandia-catat-surplus-anggaran-terbesar-faktor-penyebab-dampak-dan-tantangan-ke-depan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Irlandia saat ini menikmati surplus anggaran yang sangat besar, mencapai 65 miliar Euro. Angka ini cukup mencengangkan mengingat banyak negara lain di dunia sedang menghadapi defisit anggaran dan beban utang yang tinggi. Lantas, apa penyebab utama surplus ini, dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Irlandia? Penyebab Surplus Anggaran Irlandia 1. Kebijakan Pajak Perusahaan yang Rendah Salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/irlandia-catat-surplus-anggaran-terbesar-faktor-penyebab-dampak-dan-tantangan-ke-depan/">Irlandia Catat Surplus Anggaran Terbesar: Faktor Penyebab, Dampak, dan Tantangan ke Depan</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []">Irlandia saat ini menikmati surplus anggaran yang sangat besar, mencapai <strong>65 miliar Euro</strong>. Angka ini cukup mencengangkan mengingat banyak negara lain di dunia sedang menghadapi defisit anggaran dan beban utang yang tinggi. Lantas, apa penyebab utama surplus ini, dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Irlandia?</p>
<h2><strong>Penyebab Surplus Anggaran Irlandia</strong></h2>
<h3>1. <strong>Kebijakan Pajak Perusahaan yang Rendah</strong></h3>
<p>Salah satu faktor utama yang mendorong surplus anggaran Irlandia adalah kebijakan pajak perusahaan yang sangat rendah, yakni <strong>hanya 12,5%</strong>. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan banyak negara lain di Eropa dan dunia. Pajak rendah ini menarik banyak <strong>perusahaan multinasional</strong> untuk mendirikan kantor pusat mereka di Irlandia, termasuk perusahaan-perusahaan raksasa seperti:</p>
<ul data-spread="false">
<li>
<p>Google</p>
</li>
<li>
<p>Apple</p>
</li>
<li>
<p>Facebook (Meta)</p>
</li>
<li>
<p>Microsoft</p>
</li>
<li>
<p>Pfizer</p>
</li>
</ul>
<p>Dengan adanya perusahaan-perusahaan besar ini, <strong>penerimaan pajak korporasi meningkat drastis</strong>, memberikan kontribusi signifikan terhadap surplus anggaran negara.</p>
<h3>2. <strong>Keuntungan dari Brexit</strong></h3>
<p>Sejak Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit), banyak perusahaan global mencari <strong>lokasi alternatif untuk kantor pusat regional mereka di Eropa</strong>. Irlandia menjadi pilihan utama karena merupakan <strong>negara berbahasa Inggris yang masih berada dalam Uni Eropa</strong>. Hal ini semakin meningkatkan investasi asing langsung (FDI) ke Irlandia dan memperkuat basis pajaknya.</p>
<h3>3. <strong>Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil</strong></h3>
<p>Irlandia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh sektor teknologi, farmasi, dan layanan keuangan. Tingkat pengangguran rendah dan konsumsi domestik yang kuat juga berkontribusi pada surplus anggaran yang besar.</p>
<h2><strong>Dampak Positif dari Surplus Anggaran</strong></h2>
<p>Surplus anggaran memberikan Irlandia sejumlah keuntungan, di antaranya:</p>
<ul data-spread="false">
<li>
<p><strong>Kemampuan untuk meningkatkan investasi publik</strong> &ndash; Pemerintah bisa mengalokasikan lebih banyak dana untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Mengurangi utang negara</strong> &ndash; Dengan surplus ini, Irlandia bisa mengurangi beban utangnya dan memperkuat stabilitas fiskalnya.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Menjadi negara dengan daya saing tinggi</strong> &ndash; Kebijakan pajak rendah dan stabilitas ekonomi menjadikan Irlandia semakin menarik bagi investor asing.</p>
</li>
</ul>
<h2><strong>Tantangan yang Mungkin Dihadapi</strong></h2>
<p>Meskipun surplus anggaran ini membawa banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus diperhatikan:</p>
<h3>1. <strong>Ketergantungan pada Perusahaan Multinasional</strong></h3>
<p>Saat ini, sebagian besar pendapatan pajak Irlandia berasal dari perusahaan-perusahaan besar. Jika suatu saat kebijakan global berubah, seperti kenaikan pajak perusahaan di tingkat internasional, atau jika perusahaan-perusahaan ini memutuskan pindah ke negara lain, ekonomi Irlandia bisa terkena dampak negatif.</p>
<h3>2. <strong>Lonjakan Harga Properti dan Biaya Hidup</strong></h3>
<p>Masuknya banyak tenaga kerja asing dan investasi besar dari perusahaan multinasional telah menyebabkan kenaikan harga properti dan biaya hidup di Irlandia. Hal ini bisa menjadi masalah bagi penduduk lokal yang kesulitan mendapatkan perumahan yang terjangkau.</p>
<h3>3. <strong>Tekanan dari Uni Eropa dan Negara Lain</strong></h3>
<p>Banyak negara besar, seperti Jerman dan Prancis, mengkritik kebijakan pajak rendah Irlandia karena mereka merasa kehilangan potensi pajak dari perusahaan multinasional. Ada kemungkinan Uni Eropa dan organisasi internasional seperti OECD akan menekan Irlandia untuk menaikkan tarif pajaknya di masa depan.</p>
<h2><strong>Apa Langkah Terbaik bagi Irlandia?</strong></h2>
<p>Dengan surplus anggaran yang sangat besar ini, pemerintah Irlandia perlu mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga keberlanjutan ekonomi mereka. Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan adalah:</p>
<ul data-spread="false">
<li>
<p><strong>Meningkatkan investasi infrastruktur dan teknologi</strong> &ndash; Menggunakan surplus untuk membangun jalan, transportasi umum, dan teknologi inovatif guna menarik lebih banyak investasi.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Diversifikasi sumber pendapatan</strong> &ndash; Mengurangi ketergantungan pada pajak dari perusahaan multinasional dengan mendorong pertumbuhan sektor lain, seperti pariwisata dan industri kreatif.</p>
</li>
<li>
<p><strong>Meningkatkan kebijakan perumahan</strong> &ndash; Membantu warga lokal dengan subsidi perumahan atau proyek pembangunan perumahan yang lebih terjangkau.</p>
</li>
</ul>
<p>Meskipun Irlandia saat ini berada dalam posisi keuangan yang sangat baik, mereka harus tetap berhati-hati dalam mengelola surplus ini agar tidak menjadi bumerang di masa depan.</p>
<h3><strong>Kesimpulan</strong></h3>
<p>Surplus anggaran Irlandia yang mencapai 65 miliar Euro adalah hasil dari kebijakan pajak perusahaan yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta manfaat dari Brexit. Namun, ketergantungan pada perusahaan multinasional, lonjakan harga properti, dan tekanan dari negara lain bisa menjadi tantangan di masa depan. Dengan kebijakan yang tepat, Irlandia bisa terus mempertahankan pertumbuhan ekonominya dan memastikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.</p>
<p>Menurut kamu, apakah Irlandia sebaiknya menaikkan pajak atau tetap mempertahankan kebijakan pajak rendah mereka? 🤔</p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


            <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
            <iframe loading="lazy" title="Masalah Ekonomi Irlandia: Kebanyakan Uang" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/MmftwPTgsVQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
            </div></figure>
            <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/irlandia-catat-surplus-anggaran-terbesar-faktor-penyebab-dampak-dan-tantangan-ke-depan/">Irlandia Catat Surplus Anggaran Terbesar: Faktor Penyebab, Dampak, dan Tantangan ke Depan</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/irlandia-catat-surplus-anggaran-terbesar-faktor-penyebab-dampak-dan-tantangan-ke-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
