<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>buah Archives - kanalesia.com</title>
	<atom:link href="https://www.kanalesia.com/tag/buah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kanalesia.com/tag/buah/</link>
	<description>Bringing the knowledge you need</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Sep 2024 03:11:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.kanalesia.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-Your-paragraph-text-150x150.png</url>
	<title>buah Archives - kanalesia.com</title>
	<link>https://www.kanalesia.com/tag/buah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>POHON ANGGUR BERBUAH LEBAT TANPA ATAP UV DAN PUPUK KIMIA</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/pohon-anggur-berbuah-lebat-tanpa-atap-uv-dan-pupuk-kimia/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/pohon-anggur-berbuah-lebat-tanpa-atap-uv-dan-pupuk-kimia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 03:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[anggur]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kanalesia.com/pohon-anggur-berbuah-lebat-tanpa-atap-uv-dan-pupuk-kimia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah detail langkah-langkah menanam anggur dan membuahkannya: 1. Pemilihan Media Tanam Media Subur: Gunakan media tanam yang kaya bahan organik, seperti kompos dan kotoran hewan yang telah terfermentasi sempurna. Gembur dan Kaya Mikroorganisme: Pastikan tanah yang digunakan gembur dan penuh dengan mikroorganisme yang membantu kesuburan tanah. Ukuran Lubang Tanam: Untuk penanaman di tanah, ukuran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/pohon-anggur-berbuah-lebat-tanpa-atap-uv-dan-pupuk-kimia/">POHON ANGGUR BERBUAH LEBAT TANPA ATAP UV DAN PUPUK KIMIA</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah detail langkah-langkah menanam anggur dan membuahkannya:</p>
<h3>1. <strong>Pemilihan Media Tanam</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Media Subur</strong>: Gunakan media tanam yang kaya bahan organik, seperti kompos dan kotoran hewan yang telah terfermentasi sempurna.</li>
<li><strong>Gembur dan Kaya Mikroorganisme</strong>: Pastikan tanah yang digunakan gembur dan penuh dengan mikroorganisme yang membantu kesuburan tanah.</li>
<li><strong>Ukuran Lubang Tanam</strong>: Untuk penanaman di tanah, ukuran lubang minimal 50&#215;50 cm. Semakin besar semakin baik, terutama untuk penanaman langsung di tanah (grounding).</li>
</ul>
<h3>2. <strong>Menggunakan Pupuk Organik</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Pupuk Organik</strong>: Hanya gunakan pupuk organik seperti kompos, daun-daunan yang melapuk, dan kotoran hewan yang sudah terfermentasi (misalnya kotoran kambing, sapi, atau burung).</li>
<li><strong>Tanpa Pupuk Kimia</strong>: Tanaman anggur ini bisa tumbuh subur tanpa pupuk kimia, karena pupuk organik yang kaya nutrisi sudah mencukupi kebutuhan tanaman.</li>
</ul>
<h3>3. <strong>Pemberian Naungan</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Tanpa Naungan</strong>: Anggur dapat ditanam tanpa menggunakan atap UV atau naungan fiber. Tanaman tetap bisa berbuah dengan baik meski terkena sinar matahari penuh.</li>
<li><strong>Sinar Matahari</strong>: Pastikan tanaman mendapatkan cukup sinar matahari langsung sepanjang hari.</li>
</ul>
<h3>4. <strong>Pengaturan Cabang (Pemangkasan)</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Pembentukan Sekunder dan Tersier</strong>: Lakukan pemangkasan pada cabang primer untuk menumbuhkan cabang sekunder. Setelah itu, tumbuhkan cabang tersier dari cabang sekunder.</li>
<li><strong>Peluang Buah Lebih Tinggi</strong>: Semakin banyak cabang tersier yang tumbuh, semakin besar peluang pohon anggur menghasilkan buah. Pemangkasan ini harus dilakukan secara berkala agar cabang tersier terbentuk secara optimal.</li>
<li><strong>Jumlah Buah per Cabang</strong>: Setiap cabang tersier bisa menghasilkan 2 hingga 4 buah anggur, tetapi untuk menjaga kualitas, dianjurkan hanya menyisakan 2 buah per cabang tersier.</li>
</ul>
<h3>5. <strong>Pemangkasan untuk Pembungaan</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Pemangkasan Terukur</strong>: Saat tanaman siap untuk dibuahkan, pangkas cabang pada 3-8 mata tunas. Pemangkasan ini membantu merangsang pertumbuhan bunga yang nantinya akan menjadi buah.</li>
<li><strong>Pemangkasan Rutin</strong>: Pemangkasan cabang yang teratur sangat penting untuk mengontrol pertumbuhan dan produksi buah yang optimal.</li>
</ul>
<h3>6. <strong>Pengendalian Hama</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Penggunaan Media Gembur</strong>: Media tanam yang gembur membantu menjaga tanaman dari serangan hama. Serangga seperti trips dapat diatasi dengan menjaga kondisi tanah dan tanaman tetap sehat.</li>
<li><strong>Pemangkasan Daun Terinfeksi</strong>: Jika daun atau bagian tanaman terserang hama, segera pangkas dan buang bagian yang terinfeksi.</li>
</ul>
<h3>7. <strong>Penutupan Tanah dengan Bahan Organik</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Mulsa Daun-daunan</strong>: Setelah pemangkasan, daun-daun sisa diletakkan di sekitar tanaman sebagai mulsa untuk menjaga kelembapan dan memperkaya tanah dengan bahan organik.</li>
<li><strong>Siklus Nutrisi</strong>: Daun-daun yang gugur dan melapuk di bawah tanaman akan menjadi sumber nutrisi alami bagi tanaman.</li>
</ul>
<p>Dengan langkah-langkah ini, tanaman anggur dapat tumbuh subur dan berbuah lebat meskipun tanpa pupuk kimia dan tanpa naungan.</p>

<div class="ads_article">
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4060128757501262"
     crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block; text-align:center;"
     data-ad-layout="in-article"
     data-ad-format="fluid"
     data-ad-client="ca-pub-4060128757501262"
     data-ad-slot="6223097418"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
</div>


        <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
        <iframe title="Eps 60 - SERIUS ‼️ POHON ANGGUR BERBUAH LEBAT TANPA ATAP UV DAN PUPUK KIMIA" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/wsGoJeWyRxw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
        </div></figure>
        <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/pohon-anggur-berbuah-lebat-tanpa-atap-uv-dan-pupuk-kimia/">POHON ANGGUR BERBUAH LEBAT TANPA ATAP UV DAN PUPUK KIMIA</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/pohon-anggur-berbuah-lebat-tanpa-atap-uv-dan-pupuk-kimia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>menanam cabe rawit di galon berbuah lebat</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/menanam-cabe-rawit-di-galon-berbuah-lebat/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/menanam-cabe-rawit-di-galon-berbuah-lebat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 02:22:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kanalesia.com/menanam-cabe-rawit-di-galon-berbuah-lebat/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah langkah-langkah detail untuk menanam cabai rawit menggunakan pot dari bekas galon air mineral: Alat dan Bahan: Galon Bekas Air Mineral &#8211; 1 buah. Pisau/Cutter &#8211; Untuk memotong galon. Bor, Solder, atau Besi Panas &#8211; Untuk membuat lubang drainase. Cat dan Kuas &#8211; Untuk mengecat bagian luar pot. Tanah &#8211; Sebagai media tanam. Kompos [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/menanam-cabe-rawit-di-galon-berbuah-lebat/">menanam cabe rawit di galon berbuah lebat</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah langkah-langkah detail untuk menanam cabai rawit menggunakan pot dari bekas galon air mineral:</p>
<h3>Alat dan Bahan:</h3>
<ol>
<li><strong>Galon Bekas Air Mineral</strong> &#8211; 1 buah.</li>
<li><strong>Pisau/Cutter</strong> &#8211; Untuk memotong galon.</li>
<li><strong>Bor, Solder, atau Besi Panas</strong> &#8211; Untuk membuat lubang drainase.</li>
<li><strong>Cat dan Kuas</strong> &#8211; Untuk mengecat bagian luar pot.</li>
<li><strong>Tanah</strong> &#8211; Sebagai media tanam.</li>
<li><strong>Kompos</strong> &#8211; Sebagai bahan tambahan media tanam.</li>
<li><strong>Sekam Mentah</strong> &#8211; Sebagai bahan campuran media tanam. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/AUatvXgjC9">shopee</a>)</li>
<li><strong>Arang Sekam</strong> &#8211; Untuk memperbaiki struktur tanah. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/8ACz9DYxPd">shopee</a>)</li>
<li><strong>Kapur Dolomit</strong> (opsional) &#8211; Untuk menetralkan pH tanah. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/3VR9aaZiYY">shopee</a>)</li>
<li><strong>Bibit Cabai Rawit</strong> &#8211; Sebagai tanaman utama. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/5KsnlvKkKe">shopee</a>)</li>
<li><strong>Air</strong> &#8211; Untuk penyiraman.</li>
<li><strong>Pupuk NPK 16-11</strong> &#8211; Untuk pemupukan. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/1fzVP0DEPI">shopee</a>)</li>
<li><strong>Pupuk Karate Plus Boroni</strong> &#8211; Untuk pemupukan tambahan. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/7fGiY52VyA">shopee</a>)</li>
<li><strong>Pestisida</strong> &#8211; Untuk mencegah hama. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/3q3zz6JPVz">shopee</a>)</li>
<li><strong>Fungisida</strong> &#8211; Untuk mencegah penyakit jamur. (bisa beli di <a href="https://s.shopee.co.id/5fVeAV3J05">shopee</a>)</li>
</ol>
<h3>Langkah-langkah:</h3>
<ol>
<li>
<p><strong>Memotong Galon</strong>:</p>
<ul>
<li>Potong galon menjadi dua bagian dengan mengikuti alur garis yang ada pada galon.</li>
<li>Gunakan pisau atau cutter untuk memotong dengan hati-hati agar potongannya rapi.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Membuat Lubang Drainase</strong>:</p>
<ul>
<li>Buat beberapa lubang kecil di bagian bawah galon untuk drainase.</li>
<li>Lubang-lubang ini berguna agar air tidak menggenang di dalam pot dan akar tanaman tidak membusuk.</li>
<li>Anda bisa menggunakan bor, solder, atau besi yang dipanaskan untuk membuat lubang.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Mengecat Galon</strong>:</p>
<ul>
<li>Cat bagian luar galon untuk mempercantik dan melindungi akar tanaman dari sinar matahari langsung.</li>
<li>Setelah pengecatan selesai, jemur pot hingga cat benar-benar kering.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Mempersiapkan Media Tanam</strong>:</p>
<ul>
<li>Campurkan tanah, kompos, sekam mentah, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1:1.</li>
<li>Jika tersedia, tambahkan satu genggam kapur dolomit untuk menetralkan pH tanah.</li>
<li>Aduk semua bahan hingga tercampur rata.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Mengisi Pot dengan Media Tanam</strong>:</p>
<ul>
<li>Setelah pot kering, isikan media tanam yang sudah dicampur ke dalam pot.</li>
<li>Pastikan pot terisi penuh namun tidak terlalu padat, sehingga akar bisa tumbuh dengan baik.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penempatan Pot</strong>:</p>
<ul>
<li>Letakkan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh.</li>
<li>Siram media tanam sebelum melakukan penanaman bibit.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Menanam Bibit Cabai</strong>:</p>
<ul>
<li>Buat lubang kecil di tengah-tengah pot, sedalam daun lembaga bibit.</li>
<li>Masukkan bibit cabai ke dalam lubang dan timbun kembali dengan tanah.</li>
<li>Siram sedikit-sedikit untuk menjaga kelembaban tanah.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Perawatan Rutin</strong>:</p>
<ul>
<li><strong>10 Hari Setelah Tanam</strong>: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.</li>
<li><strong>Pemupukan</strong>: Gunakan pupuk NPK 16-11 dengan dosis 1 sendok makan larutkan dalam 3 liter air, siramkan ke pot setiap 1 minggu sekali. Untuk setiap pot, siramkan satu gelas larutan pupuk.</li>
<li><strong>25 Hari Setelah Tanam</strong>: Jika tanaman tampak lebih rimbun, lakukan pemangkasan pucuk untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.</li>
<li><strong>45 Hari Setelah Tanam</strong>: Pasang ajir atau penopang untuk tanaman agar tidak roboh terkena angin atau hujan.</li>
<li><strong>Penyemprotan Pestisida dan Fungisida</strong>: Lakukan penyemprotan setiap minggu menggunakan fungisida dan pestisida sesuai dosis yang dianjurkan. Campurkan fungisida dan pestisida ke dalam 1 liter air dan semprotkan pada pagi atau sore hari.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Pemanenan</strong>:</p>
<ul>
<li><strong>60-80 Hari Setelah Tanam</strong>: Cabai sudah mulai berbuah dan sebagian mulai memerah. Anda bisa memanen cabai pertama saat sudah cukup banyak yang berwarna merah.</li>
<li>Lakukan pemetikan bersama tangkai untuk menjaga kesegaran buah.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Dengan langkah-langkah ini, Anda bisa menikmati hasil panen cabai rawit yang subur dan sehat!</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, simak <a href="https://www.youtube.com/watch?v=bq2kZ9pp2w4">video</a> berikut</p>

        <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
        <iframe title="menanam cabe rawit di galon_berbuah lebat" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/bq2kZ9pp2w4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
        </div></figure>
        <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/menanam-cabe-rawit-di-galon-berbuah-lebat/">menanam cabe rawit di galon berbuah lebat</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/menanam-cabe-rawit-di-galon-berbuah-lebat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MERINDING liat hasilnya , tanah liat tanah tandus jadi subur gembur dengan cara ini</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/merinding-liat-hasilnya-tanah-liat-tanah-tandus-jadi-subur-gembur-dengan-cara-ini/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/merinding-liat-hasilnya-tanah-liat-tanah-tandus-jadi-subur-gembur-dengan-cara-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 02:12:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kanalesia.com/merinding-liat-hasilnya-tanah-liat-tanah-tandus-jadi-subur-gembur-dengan-cara-ini/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah langkah-langkah&#160;untuk merawat tanah pertanian yang kurang subur menggunakan arang kayu dan bahan-bahan alami lainnya: Alat dan Bahan: Arang Kayu &#8211; Bekas pembakaran kayu secukupnya. Kain &#8211; Untuk menghaluskan arang kayu. Wadah &#8211; Berukuran 5 liter untuk mencampur bahan. Air Cucian Beras &#8211; 5 liter, dikumpulkan selama 2 hari. Cairan M4 Pertanian &#8211; Pupuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/merinding-liat-hasilnya-tanah-liat-tanah-tandus-jadi-subur-gembur-dengan-cara-ini/">MERINDING liat hasilnya , tanah liat tanah tandus jadi subur gembur dengan cara ini</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah langkah-langkah&nbsp;untuk merawat tanah pertanian yang kurang subur menggunakan arang kayu dan bahan-bahan alami lainnya:</p>
<h3>Alat dan Bahan:</h3>
<ol>
<li><strong>Arang Kayu</strong> &#8211; Bekas pembakaran kayu secukupnya.</li>
<li><strong>Kain</strong> &#8211; Untuk menghaluskan arang kayu.</li>
<li><strong>Wadah</strong> &#8211; Berukuran 5 liter untuk mencampur bahan.</li>
<li><strong>Air Cucian Beras</strong> &#8211; 5 liter, dikumpulkan selama 2 hari.</li>
<li><strong>Cairan M4 Pertanian</strong> &#8211; Pupuk organik cair fermentasi, gunakan 2 tutup botol. (bis beli di <a href="https://s.shopee.co.id/8zm688XnYD">shopee</a>)</li>
<li><strong>Gula Aren/Gula Merah</strong> &#8211; Setengah keping, diiris kecil-kecil.</li>
</ol>
<h3>Langkah-langkah:</h3>
<ol>
<li>
<p><strong>Persiapan Arang Kayu</strong>:</p>
<ul>
<li>Siapkan kain dan letakkan arang kayu di atas kain.</li>
<li>Haluskan arang kayu menggunakan kain hingga menjadi serbuk.</li>
<li>Jangan gunakan terlalu banyak arang, cukup secukupnya karena nanti akan dicairkan.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Persiapan Wadah</strong>:</p>
<ul>
<li>Siapkan wadah berukuran 5 liter.</li>
<li>Masukkan arang kayu yang sudah dihaluskan ke dalam wadah.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penambahan Air Cucian Beras</strong>:</p>
<ul>
<li>Tuangkan 5 liter air cucian beras ke dalam wadah yang berisi arang kayu.</li>
<li>Aduk hingga kedua bahan tercampur rata.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penambahan Cairan M4 Pertanian</strong>:</p>
<ul>
<li>Tambahkan 2 tutup botol cairan M4 ke dalam campuran di wadah.</li>
<li>Aduk hingga tercampur merata.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penambahan Gula Aren/Gula Merah</strong>:</p>
<ul>
<li>Iris kecil-kecil setengah keping gula aren/gula merah.</li>
<li>Tambahkan gula yang sudah diiris ke dalam wadah.</li>
<li>Aduk kembali hingga semua bahan tercampur merata.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Fermentasi</strong>:</p>
<ul>
<li>Tutup wadah dengan rapat.</li>
<li>Simpan di tempat yang teduh dan biarkan fermentasi berlangsung selama 20 hari atau minimal 2 minggu.</li>
<li>Fermentasi ini bertujuan untuk membangunkan bakteri dalam cairan M4 agar siap digunakan.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penggunaan</strong>:</p>
<ul>
<li>Setelah fermentasi selesai, pupuk cair ini siap digunakan.</li>
<li>Campurkan pupuk hasil fermentasi dengan air bersih (5 liter pupuk dicampur dengan 15 liter air).</li>
<li>Gunakan pupuk ini dengan cara disiramkan ke tanah setiap 10 hari sekali atau 2 minggu sekali.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h3>Manfaat:</h3>
<ul>
<li><strong>Meningkatkan Kesuburan Tanah</strong>: Campuran ini akan membantu menyuburkan dan menggemburkan tanah yang awalnya liat atau tandus.</li>
<li><strong>Menetralkan pH Tanah</strong>: Pupuk ini juga membantu menurunkan pH tanah yang terlalu tinggi, menjadikannya lebih netral dan cocok untuk berbagai jenis tanaman.</li>
</ul>
<p>Semoga langkah-langkah ini membantu dalam merawat tanah pertanian Anda agar menjadi lebih subur dan produktif!</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, simak <a href="https://www.youtube.com/watch?v=wQI9AH4K9uw">video</a> berikut</p>

        <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
        <iframe title="MERINDING liat hasilnya || tanah liat tanah tandus jadi subur gembur dengan cara ini" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/wQI9AH4K9uw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
        </div></figure>
        <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/merinding-liat-hasilnya-tanah-liat-tanah-tandus-jadi-subur-gembur-dengan-cara-ini/">MERINDING liat hasilnya , tanah liat tanah tandus jadi subur gembur dengan cara ini</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/merinding-liat-hasilnya-tanah-liat-tanah-tandus-jadi-subur-gembur-dengan-cara-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAU TANAMANMU BERBUAH MAKSIMAL, RAHASIA MEMBUAT PUPUK KNO3 FASE GENERATIF</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/mau-tanamanmu-berbuah-maksimal-rahasia-membuat-pupuk-kno3-fase-generatif/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/mau-tanamanmu-berbuah-maksimal-rahasia-membuat-pupuk-kno3-fase-generatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 01:43:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kanalesia.com/mau-tanamanmu-berbuah-maksimal-rahasia-membuat-pupuk-kno3-fase-generatif/</guid>

					<description><![CDATA[<p>KN3 atau Kalium Nitrat (KNO3) adalah pupuk yang mengandung dua unsur hara utama, yaitu kalium dan nitrogen dalam bentuk nitrat. Pupuk ini sering digunakan pada fase generatif akhir tanaman, terutama saat musim panas. Kalium Nitrat memiliki harga sekitar Rp45.000 di pasaran, Berikut cara membuatnya sendiri dengan menggunakan perhitungan persamaan reaksi kimia untuk menghemat biaya. Bahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/mau-tanamanmu-berbuah-maksimal-rahasia-membuat-pupuk-kno3-fase-generatif/">MAU TANAMANMU BERBUAH MAKSIMAL, RAHASIA MEMBUAT PUPUK KNO3 FASE GENERATIF</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KN3 atau Kalium Nitrat (KNO3) adalah pupuk yang mengandung dua unsur hara utama, yaitu kalium dan nitrogen dalam bentuk nitrat. Pupuk ini sering digunakan pada fase generatif akhir tanaman, terutama saat musim panas. Kalium Nitrat memiliki harga sekitar Rp45.000 di pasaran, Berikut cara membuatnya sendiri dengan menggunakan perhitungan persamaan reaksi kimia untuk menghemat biaya.</p>
<h3>Bahan yang Dibutuhkan:</h3>
<ol>
<li><strong>Kalium Hidroksida (KOH)</strong> &#8211; Sebagai bahan dasar kalium, dijual dengan kisaran harga Rp30.000 per kg dengan kadar 90%.</li>
<li><strong>Asam Nitrat (HNO3)</strong> &#8211; Sebagai sumber nitrat, dijual dengan kisaran harga Rp16.000 per kg dengan kadar 68%.</li>
<li><strong>Aquades</strong> &#8211; Air murni dengan total dissolved solids (TDS) sangat rendah. Anda bisa mengambilnya gratis atau membeli.</li>
</ol>
<h3>Alat yang Dibutuhkan:</h3>
<ul>
<li>Sarung tangan dan masker (wajib untuk keselamatan)</li>
<li>Timbangan digital untuk mengukur berat bahan</li>
<li>Sendok untuk mengaduk larutan</li>
<li>Wadah atau botol dengan penutup berlubang untuk reaksi kimia</li>
<li>Gelas ukur untuk mengukur volume air</li>
<li>TDS meter untuk mengukur kadar PPM (jika ada)</li>
</ul>
<h3>Langkah-langkah Pembuatan KNO3:</h3>
<ol>
<li>
<p><strong>Persiapan dan Pengamanan</strong></p>
<ul>
<li>Kenakan sarung tangan dan masker untuk melindungi diri dari bahan kimia yang digunakan.</li>
<li>Pastikan semua alat yang akan digunakan sudah bersih dan kering.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Menyiapkan Larutan Kalium Hidroksida (KOH)</strong></p>
<ul>
<li>Timbang 240 gram kalium hidroksida (KOH).</li>
<li>Masukkan KOH ke dalam wadah, kemudian tambahkan 120 gram air secara perlahan.</li>
<li>Aduk larutan hingga KOH larut sempurna.</li>
<li>Setelah larutan pertama tercampur, tambahkan lagi 100 gram air ke dalamnya dan aduk hingga larutan merata.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Menyiapkan Larutan Asam Nitrat (HNO3)</strong></p>
<ul>
<li>Timbang 358 gram asam nitrat (HNO3).</li>
<li>Masukkan HNO3 ke dalam wadah terpisah.</li>
<li>Tambahkan 100 gram air ke dalam HNO3 dan aduk hingga tercampur.</li>
<li>Setelah tercampur, tambahkan lagi 120 gram air ke dalamnya dan aduk hingga larutan merata.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Melakukan Reaksi Kimia</strong></p>
<ul>
<li>Perlahan-lahan, tuangkan larutan HNO3 ke dalam larutan KOH sedikit demi sedikit.</li>
<li>Pastikan untuk menuangkannya dengan sangat perlahan sambil terus mengaduk.</li>
<li>Reaksi kimia ini akan menghasilkan asap panas, jadi penting untuk melakukannya di tempat yang memiliki ventilasi baik.</li>
<li>Lanjutkan hingga seluruh HNO3 tercampur dengan KOH, pastikan untuk selalu mengaduk perlahan.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Pendinginan dan Pembentukan Kristal</strong></p>
<ul>
<li>Setelah seluruh larutan tercampur, tutup wadah dan biarkan larutan dingin selama 24 jam.</li>
<li>Setelah 24 jam, periksa bagian bawah larutan untuk melihat kristal KNO3 yang terbentuk.</li>
<li>Pisahkan kristal dari larutan dengan hati-hati. Anda bisa menggunakan saringan untuk memisahkan kristal dari air.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penjemuran untuk Mendapatkan Kristal Tambahan</strong></p>
<ul>
<li>Jemur sisa larutan yang telah disaring selama beberapa hari untuk menguapkan airnya.</li>
<li>Setelah beberapa hari, kristal KNO3 tambahan akan terbentuk di dasar wadah.</li>
<li>Pisahkan kristal tambahan dari air sisa.</li>
</ul>
</li>
<li>
<p><strong>Penimbangan dan Perhitungan</strong></p>
<ul>
<li>Timbang kristal KNO3 yang telah Anda dapatkan.</li>
<li>Jika jumlahnya masih kurang dari yang diharapkan, lakukan pengeringan lebih lanjut pada sisa larutan untuk mendapatkan sisa kristal yang mungkin masih terlarut.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h3>Tips Tambahan:</h3>
<ul>
<li><strong>Keamanan:</strong> Pastikan selalu menggunakan alat pelindung diri selama proses pembuatan karena reaksi kimia ini melibatkan bahan yang bisa berbahaya.</li>
<li><strong>Pencampuran:</strong> Lakukan pencampuran dengan hati-hati dan perlahan untuk menghindari reaksi yang terlalu cepat dan menyebabkan luapan atau percikan bahan kimia.</li>
<li><strong>Kualitas:</strong> Jika hasil kristal tidak sesuai dengan yang diharapkan, bisa jadi karena beberapa faktor seperti pencampuran yang tidak sempurna atau penguapan yang tidak cukup lama.</li>
</ul>
<p>Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa membuat KNO3 kristal secara mandiri dan membandingkan biaya produksinya dengan harga di pasaran.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, simak <a href="https://www.youtube.com/watch?v=IaB4OZGsTPs">video</a> berikut</p>

        <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
        <iframe loading="lazy" title="MAU TANAMANMU BERBUAH MAKSIMAL.? RAHASIA MEMBUAT PUPUK KALIUM NITRAT (KNO3) FASE GENERATIF" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/IaB4OZGsTPs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
        </div></figure>
        <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/mau-tanamanmu-berbuah-maksimal-rahasia-membuat-pupuk-kno3-fase-generatif/">MAU TANAMANMU BERBUAH MAKSIMAL, RAHASIA MEMBUAT PUPUK KNO3 FASE GENERATIF</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/mau-tanamanmu-berbuah-maksimal-rahasia-membuat-pupuk-kno3-fase-generatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ubah Botol Plastik Menjadi Taman Gantung 3 Lantai Berisi Stroberi Lezat</title>
		<link>https://www.kanalesia.com/ubah-botol-plastik-menjadi-taman-gantung-3-lantai-berisi-stroberi-lezat/</link>
					<comments>https://www.kanalesia.com/ubah-botol-plastik-menjadi-taman-gantung-3-lantai-berisi-stroberi-lezat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[onlyme]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2024 09:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.kanalesia.com/ubah-botol-plastik-menjadi-taman-gantung-3-lantai-berisi-stroberi-lezat/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menanam stroberi dalam botol plastik agar menghasilkan banyak buah: Bahan: Biji Stroberi: Didapat dari buah stroberi yang sudah matang. Tanah Persemaian: Digunakan untuk menyemai biji stroberi. Humus: Untuk menyediakan media tanam yang kaya nutrisi. Pupuk Organik: Tambahan nutrisi untuk pertumbuhan stroberi. Air: Digunakan untuk menyiram dan menjaga kelembaban [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/ubah-botol-plastik-menjadi-taman-gantung-3-lantai-berisi-stroberi-lezat/">Ubah Botol Plastik Menjadi Taman Gantung 3 Lantai Berisi Stroberi Lezat</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menanam stroberi dalam botol plastik agar menghasilkan banyak buah:</p>
<h3><strong>Bahan:</strong></h3>
<ol>
<li><strong>Biji Stroberi:</strong> Didapat dari buah stroberi yang sudah matang.</li>
<li><strong>Tanah Persemaian:</strong> Digunakan untuk menyemai biji stroberi.</li>
<li><strong>Humus:</strong> Untuk menyediakan media tanam yang kaya nutrisi.</li>
<li><strong>Pupuk Organik:</strong> Tambahan nutrisi untuk pertumbuhan stroberi.</li>
<li><strong>Air:</strong> Digunakan untuk menyiram dan menjaga kelembaban tanah.</li>
<li><strong>Madu:</strong> Sebagai sumber nutrisi alami yang dapat diserap dengan cepat oleh tanaman.</li>
<li><strong>Pupuk Pembungaan dan Pembuahan:</strong> Untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah pada stroberi.</li>
</ol>
<h3><strong>Perlengkapan:</strong></h3>
<ol>
<li><strong>Botol Plastik:</strong> Digunakan sebagai pot tanam gantung.</li>
<li><strong>Saluran Irigasi Tetes:</strong> Untuk menyiram tanaman secara efisien dan terkontrol.</li>
<li><strong>Alat Semprot Air:</strong> Untuk menjaga kelembaban tanah selama proses penyemaian.</li>
<li><strong>Obeng atau Alat Pemotong:</strong> Untuk membuat lubang pada botol plastik dan menyiapkan sistem irigasi.</li>
<li><strong>Lapisan Penutup Tanah:</strong> Seperti kain atau plastik untuk menutupi biji stroberi saat disemai.</li>
<li><strong>Tangki Irigasi:</strong> Untuk menyimpan air yang akan dialirkan ke tanaman melalui saluran irigasi tetes.</li>
<li><strong>Gunting:</strong> Untuk memotong cangkang buah stroberi dan bagian lain yang diperlukan selama proses penanaman.</li>
</ol>
<h3><strong>1. Persiapan Biji Stroberi</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Pemilihan Buah:</strong> Pilih buah stroberi yang sudah matang untuk mendapatkan biji yang berkualitas.</li>
<li><strong>Ekstraksi Biji:</strong> Kupas cangkang stroberi yang berisi bijinya.</li>
</ul>
<h3><strong>2. Proses Penyemaian</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Menanam Biji:</strong> Masukkan cangkang yang berisi biji stroberi ke dalam tanah persemaian. Tutup dengan lapisan tanah tipis dan semprotkan air untuk menjaga kelembaban.</li>
<li><strong>Perawatan:</strong> Letakkan di tempat yang terang dan sirami secara merata sekali sehari pada pagi hari.</li>
</ul>
<h3><strong>3. Persiapan Pot Tanam</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Pembuatan Pot:</strong> Setelah stroberi mulai bertunas, siapkan pot tanam. Anda bisa menggunakan botol plastik sebagai pot gantung untuk menanam stroberi.</li>
<li><strong>Irigasi:</strong> Gunakan botol air plastik dan pasang saluran irigasi tetes untuk menyiram tanaman stroberi secara efisien.</li>
</ul>
<h3><strong>4. Menanam Stroberi</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Media Tanam:</strong> Siapkan campuran humus dan pupuk organik, aduk hingga merata, dan gunakan sebagai media tanam untuk stroberi.</li>
<li><strong>Penanaman:</strong> Tanam stroberi dalam pot yang sudah disiapkan, lalu isi tetesan tangki irigasi dengan air.</li>
</ul>
<h3><strong>5. Perawatan Tanaman</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Nutrisi:</strong> Setelah 20 hari, tanaman membutuhkan banyak nutrisi. Anda bisa menambahkan madu sebagai sumber nutrisi alami yang cepat diserap oleh tanaman.</li>
<li><strong>Penyiraman:</strong> Tambahkan air lagi ke dalam botol untuk memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup.</li>
</ul>
<h3><strong>6. Pembungaan dan Pembuahan</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Stimulasi Pembungaan:</strong> Setelah 45 hari, pohon stroberi mulai tumbuh bunga. Gunakan pupuk khusus untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, sehingga stroberi menghasilkan lebih banyak buah.</li>
</ul>
<h3><strong>7. Panen Stroberi</strong></h3>
<ul>
<li><strong>Panen:</strong> Dalam 75 hari, Anda bisa menikmati panen stroberi yang melimpah dari tanaman yang Anda tanam sendiri dalam botol plastik.</li>
</ul>
<hr>
<p>Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menanam stroberi sendiri di rumah dengan cara yang sederhana dan efektif. Selamat berkebun dan semoga hasil panennya melimpah!</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, simak <a href="https://www.youtube.com/watch?v=O0_d8NTqvI4">video</a> berikut</p>
<p>&nbsp;</p>

        <figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
        <iframe loading="lazy" title="Turn Plastic Bottles Into A 3 Story Hanging Garden Filled With Delicious Strawberries" width="1290" height="726" src="https://www.youtube.com/embed/O0_d8NTqvI4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
        </div></figure>
        <p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color has-small-font-size">kanalesia.com | Bringing the knowledge you need</p><p>The post <a href="https://www.kanalesia.com/ubah-botol-plastik-menjadi-taman-gantung-3-lantai-berisi-stroberi-lezat/">Ubah Botol Plastik Menjadi Taman Gantung 3 Lantai Berisi Stroberi Lezat</a> appeared first on <a href="https://www.kanalesia.com">kanalesia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.kanalesia.com/ubah-botol-plastik-menjadi-taman-gantung-3-lantai-berisi-stroberi-lezat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
