Kerja remote atau kerja dari rumah semakin populer seiring berkembangnya teknologi dan digitalisasi bisnis. Namun, meskipun peluangnya besar, masih banyak orang yang gagal mendapatkan kerja remote karena tidak memahami alurnya dari awal hingga akhir.
- Apa Itu Kerja Remote dan Bagaimana Sistemnya?
- Langkah 1: Menentukan Skill yang Bisa Dijual untuk Kerja Remote
- Bidang Skill yang Paling Banyak Dibutuhkan untuk Kerja Remote
- Cara Menemukan Skill yang Paling Cocok dengan Diri Sendiri
- Membuat Project Dummy untuk Mengisi Portofolio Pemula
- Apa Itu Project Dummy?
- Langkah 2: Membuat Portofolio Kerja Remote yang Menjual
- Elemen Wajib dalam Portofolio Kerja Remote
- Pentingnya Menampilkan Tools di Portofolio
- Portofolio Website vs Portofolio PDF
- Langkah 3: Menyiapkan CV untuk Kerja Remote
- Tips Membuat CV Kerja Remote
- Langkah 4: Platform untuk Mencari Kerja Remote
- Platform Freelance untuk Kerja Remote
- Cara Melamar Kerja Remote di Platform Freelance
- Menggunakan Filter agar Peluang Lebih Besar
- Kunci Utama Diterima Kerja Remote: Value untuk Klien
- Kerja Remote Bukan Jalan Pintas
- Ringkasan Alur Mencari Kerja Remote
Artikel ini membahas secara lengkap cara mencari kerja remote dari nol, mulai dari menentukan skill, membangun portofolio, menyiapkan CV, hingga memilih platform kerja remote yang tepat. Panduan ini cocok untuk pemula, fresh graduate, career switcher, maupun pekerja kantoran yang ingin beralih ke sistem kerja remote.
Apa Itu Kerja Remote dan Bagaimana Sistemnya?
Kerja remote adalah sistem kerja di mana seseorang dapat menjalankan tugasnya tanpa harus hadir secara fisik di kantor. Semua pekerjaan dilakukan secara online dengan bantuan internet dan tools digital.
Jenis kerja remote yang umum:
-
Freelance (berbasis proyek)
-
Part-time remote
-
Full-time remote
-
Contract atau project-based
Selama pekerjaan bisa diselesaikan secara online, maka pekerjaan tersebut berpotensi menjadi kerja remote.
Langkah 1: Menentukan Skill yang Bisa Dijual untuk Kerja Remote
Kesalahan paling umum pencari kerja remote adalah langsung mencari lowongan tanpa tahu apa yang bisa dijual. Padahal, kerja remote pada dasarnya adalah menjual jasa atau skill.
Bidang Skill yang Paling Banyak Dibutuhkan untuk Kerja Remote
Beberapa kategori skill yang paling sering dicari:
-
Programming & IT
-
Desain grafis, UI/UX, dan multimedia
-
Digital marketing (social media, ads, SEO)
-
Customer service dan admin
-
Virtual assistant
-
Manajemen proyek
-
Penulisan, editing, dan content creation
-
Data entry dan data processing
Prinsip utamanya adalah:
skill tersebut bisa dikerjakan dari mana saja tanpa kehadiran fisik.
Cara Menemukan Skill yang Paling Cocok dengan Diri Sendiri
Menentukan skill bukan hanya soal tren, tapi juga:
-
Apa yang disukai
-
Apa yang bisa dikerjakan secara konsisten
-
Apa yang bisa memberi nilai ke klien
Jika masih bingung, kamu bisa memulai dengan:
-
Tes minat dan bakat berbasis karier digital
-
Evaluasi pengalaman kerja sebelumnya
-
Mengidentifikasi tugas yang sering kamu kerjakan dengan baik
Tujuannya adalah menemukan irisan antara minat, kemampuan, dan kebutuhan pasar.
Membuat Project Dummy untuk Mengisi Portofolio Pemula
Banyak pemula mengira mereka tidak bisa melamar kerja remote karena belum punya pengalaman. Padahal, project dummy atau fake project adalah praktik yang sangat umum di dunia remote work.
Apa Itu Project Dummy?
Project dummy adalah simulasi pekerjaan seolah-olah berasal dari klien sungguhan, misalnya:
-
Desain website toko online
-
Konten media sosial brand fiktif
-
Desain landing page
-
Copywriting produk imajiner
Project ini digunakan untuk:
-
Melatih skill
-
Menunjukkan kemampuan teknis
-
Mengisi portofolio awal
Catatan penting: kamu harus bisa menjelaskan proses dan keputusan desain/strategi jika ditanya klien.
Langkah 2: Membuat Portofolio Kerja Remote yang Menjual
Dalam dunia kerja remote, portofolio lebih penting daripada CV. Klien ingin melihat bukti, bukan klaim.
Elemen Wajib dalam Portofolio Kerja Remote
Portofolio yang efektif sebaiknya berisi:
-
Profil singkat (about me)
-
Spesialisasi atau fokus layanan
-
Daftar skill utama
-
Tools dan platform yang dikuasai
-
Contoh project (real atau dummy)
-
Kontak atau call to action
Banyak perusahaan remote ingin memastikan apakah kandidat bisa bekerja dengan tools digital yang mereka gunakan.
Pentingnya Menampilkan Tools di Portofolio
Remote company umumnya bekerja menggunakan ekosistem digital tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menampilkan tools seperti:
-
Figma
-
Canva
-
WordPress
-
Adobe
-
Notion
-
Google Workspace
-
Project management tools
Dengan menampilkan tools ini, perusahaan akan memiliki lebih sedikit pertanyaan tentang kesiapan teknis kamu.
Portofolio Website vs Portofolio PDF
Portofolio berbentuk website memiliki keunggulan besar:
-
Responsif di HP dan laptop
-
Mudah dibagikan via link
-
Terlihat profesional
-
Tidak perlu zoom seperti PDF
Portofolio website bisa dibuat menggunakan:
-
Canva
-
Notion
-
Website builder sederhana
Canva menjadi pilihan populer karena mudah digunakan dan cocok untuk pemula.
Langkah 3: Menyiapkan CV untuk Kerja Remote
Meskipun portofolio adalah fokus utama, CV tetap dibutuhkan terutama untuk:
-
Screening awal
-
ATS (Applicant Tracking System)
-
Ringkasan pengalaman profesional
Tips Membuat CV Kerja Remote
-
Gunakan format ATS-friendly
-
Fokus pada skill dan hasil kerja
-
Hindari desain berlebihan
-
Gunakan bahasa yang jelas dan ringkas
Jika kesulitan, kamu bisa menggunakan:
-
Online CV builder
-
Resume generator profesional
-
Template CV standar yang rapi
Langkah 4: Platform untuk Mencari Kerja Remote
Setelah skill, portofolio, dan CV siap, langkah berikutnya adalah mencari pekerjaan.
Platform Freelance untuk Kerja Remote
Beberapa platform yang umum digunakan:
-
Upwork
-
Fastwork
-
Platform freelance internasional dan lokal
Platform ini cocok untuk:
-
Freelance pemula
-
Project-based work
-
Skill spesifik (niche service)
Berbeda dengan LinkedIn yang menawarkan satu role besar, platform freelance biasanya menawarkan satu skill spesifik, misalnya:
-
Video editor TikTok
-
PowerPoint designer
-
Virtual assistant khusus iklan
-
Data entry
Cara Melamar Kerja Remote di Platform Freelance
Sebelum melamar, pastikan:
-
Profil sudah lengkap
-
Skill dan service jelas
-
Portofolio terpasang
-
Deskripsi layanan fokus pada solusi
Beberapa platform menggunakan sistem token atau connect untuk apply kerja. Sistem ini bertujuan agar pelamar lebih selektif dan serius.
Menggunakan Filter agar Peluang Lebih Besar
Untuk pemula, sangat disarankan menggunakan filter:
-
Entry level
-
Budget sesuai skill
-
Jumlah pelamar rendah
-
Job dengan deskripsi jelas
Strategi ini membantu menghindari persaingan langsung dengan freelancer senior.
Kunci Utama Diterima Kerja Remote: Value untuk Klien
Kesalahan terbesar pencari kerja remote adalah terlalu fokus pada diri sendiri.
Klien ingin tahu:
-
Masalah apa yang bisa kamu selesaikan?
-
Bagaimana skill kamu membantu bisnis mereka?
-
Bagaimana kontribusi kamu membuat kerja mereka lebih efisien?
Remote worker yang sukses selalu menjual solusi dan dampak, bukan sekadar skill teknis.
Kerja Remote Bukan Jalan Pintas
Kerja remote bukan cara cepat kaya. Ini adalah karier jangka panjang yang membutuhkan:
-
Konsistensi
-
Skill yang matang
-
Kemampuan komunikasi
-
Profesionalisme tinggi
Ringkasan Alur Mencari Kerja Remote
-
Tentukan skill
-
Buat portofolio
-
Siapkan CV
-
Cari kerja di platform yang tepat
-
Fokus pada manfaat untuk klien
Jika tujuanmu adalah uang instan, kerja remote bukan jawabannya.
Namun jika kamu ingin membangun karier fleksibel dari rumah, kerja remote adalah pilihan yang realistis dan menjanjikan.
kanalesia.com | Bringing the knowledge you need