Tempe kedelai merupakan makanan fermentasi khas Indonesia yang kaya protein, murah, dan mudah diolah. Selain untuk konsumsi rumah tangga, tempe juga memiliki potensi besar sebagai peluang usaha rumahan karena bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya relatif sederhana.
- Bahan-Bahan Membuat Tempe Kedelai
- Alat yang Dibutuhkan:
- Langkah-Langkah Cara Membuat Tempe Kedelai
- 1. Mencuci Kedelai Hingga Bersih
- 2. Merebus Kedelai Tahap Pertama
- 3. Mengupas dan Membersihkan Kulit Kedelai
- 4. Perendaman Kedelai Selama Satu Malam
- 5. Perebusan Kedelai Tahap Kedua
- 6. Pemberian Ragi Tempe
- 7. Membungkus Tempe dengan Plastik
- 8. Melubangi Plastik Tempe
- 9. Proses Fermentasi Tempe
- Ciri-Ciri Tempe yang Berhasil
- Tips Agar Tempe Tidak Gagal
- Peluang Usaha Tempe Kedelai
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara membuat tempe kedelai secara lengkap dan benar, mulai dari pemilihan bahan, proses perebusan, fermentasi, hingga tips agar tempe putih, padat, dan tidak mudah busuk.
Bahan-Bahan Membuat Tempe Kedelai
Sebelum memulai proses pembuatan tempe, siapkan bahan-bahan berikut:
-
1 kg kedelai kualitas baik
-
Ragi tempe ± ½ sendok teh
-
Air bersih secukupnya
-
Plastik pembungkus tempe (plastik bening)
Alat yang Dibutuhkan:
-
Panci besar
-
Kompor
-
Wadah plastik atau baskom (harus bersih dan steril)
-
Saringan
-
Tusuk gigi atau jarum
Langkah-Langkah Cara Membuat Tempe Kedelai
1. Mencuci Kedelai Hingga Bersih
Langkah awal dalam pembuatan tempe adalah mencuci kedelai hingga bersih.
Cuci kedelai sebanyak 2–3 kali untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sisa kulit ari.
Pencucian yang bersih akan sangat berpengaruh pada kualitas fermentasi tempe.
2. Merebus Kedelai Tahap Pertama
Masukkan kedelai ke dalam panci, tambahkan air hingga terendam, lalu rebus sampai air mendidih.
Setelah mendidih:
-
Matikan api
-
Biarkan kedelai tetap berada di dalam air rebusan hingga dingin
Tahap ini berfungsi untuk melunakkan kedelai agar mudah dikupas kulitnya.
3. Mengupas dan Membersihkan Kulit Kedelai
Setelah kedelai dingin, cuci kembali sambil diremas-remas menggunakan tangan.
Proses ini bertujuan untuk mengelupas kulit kedelai.
Buang kulit yang mengapung di permukaan air.
Ulangi pencucian beberapa kali hingga kedelai benar-benar bersih dari kulit ari.
Tips penting: Jika masih banyak kulit kedelai yang tersisa, hasil tempe bisa kurang padat dan mudah rusak.
4. Perendaman Kedelai Selama Satu Malam
Rendam kedelai dalam air bersih dan diamkan selama ±12 jam (satu malam).
Manfaat perendaman:
-
Membantu proses fermentasi
-
Membuat tekstur tempe lebih padat
-
Mengurangi bau langu pada kedelai
Keesokan harinya, cuci kembali kedelai dan buang sisa kulit yang masih menempel.
5. Perebusan Kedelai Tahap Kedua
Rebus kembali kedelai selama ±40 menit atau sampai benar-benar matang.
Ciri kedelai matang:
-
Tekstur empuk
-
Tidak keras saat ditekan
Setelah matang:
-
Tiriskan airnya
-
Dinginkan kedelai hingga suhu ruang
6. Pemberian Ragi Tempe
Setelah kedelai benar-benar dingin, taburkan ½ sendok teh ragi tempe untuk 1 kg kedelai.
Aduk perlahan hingga ragi tercampur merata.
Catatan penting:
Kedelai tidak boleh panas saat diberi ragi
Gunakan wadah yang steril dan bebas minyak atau garam
7. Membungkus Tempe dengan Plastik
Masukkan kedelai ke dalam plastik bening.
Isi hingga agak padat, lalu ratakan ketebalannya.
Rekatkan ujung plastik menggunakan panas (api atau lilin) agar tertutup rapat.
8. Melubangi Plastik Tempe
Tusuk plastik menggunakan tusuk gigi atau jarum dengan jarak merata.
Fungsi lubang:
-
Memasukkan oksigen
-
Mendukung pertumbuhan jamur tempe (Rhizopus)
Tanpa lubang udara, proses fermentasi bisa gagal.
9. Proses Fermentasi Tempe
Simpan tempe di tempat:
-
Kering
-
Tidak lembap
-
Suhu ruangan normal
Proses fermentasi berlangsung selama 2–3 hari.
Hari pertama:
Tempe mulai terasa hangat dan muncul embun di plastik.
Hari kedua:
Jamur putih mulai menyelimuti kedelai dan tekstur mengeras.
Hari ketiga:
Tempe putih merata, padat, dan siap digunakan.
Ciri-Ciri Tempe yang Berhasil
Tempe yang berhasil memiliki ciri-ciri berikut:
-
Warna putih bersih
-
Tekstur padat dan menyatu
-
Tidak berbau busuk
-
Kedelai terikat kuat oleh jamur
Tips Agar Tempe Tidak Gagal
-
Gunakan ragi tempe berkualitas
-
Pastikan semua alat dan wadah steril
-
Jangan memberi ragi saat kedelai masih panas
-
Hindari tempat lembap saat fermentasi
Peluang Usaha Tempe Kedelai
Membuat tempe tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Dengan modal kecil, tempe bisa dijadikan usaha rumahan yang menjanjikan, baik dijual mentah maupun diolah menjadi produk turunan seperti tempe goreng, tempe mendoan, atau keripik tempe.
kanalesia.com | Bringing the knowledge you need