Panduan Lengkap Prompt Engineering untuk Video AI
- Mengapa Konsistensi Karakter AI Itu Penting?
- Membuat Karakter AI dari Prompt yang Detail
- Menentukan Gaya Visual Karakter
- Menyusun Prompt Karakter yang Lengkap
- Menguji Visual Karakter di Generator Gambar
- Karakter dan Gambar Awal adalah Aset Produksi
- Menyusun Dialog dan Scene yang Terstruktur
- Membuat Naskah Dialog
- Mengubah Naskah Menjadi Prompt Siap Produksi
- Bagian Prompt yang Boleh Berubah vs Wajib Konsisten
- Bagian Prompt yang Boleh Berubah
- Bagian Prompt yang Wajib Konsisten
- Membuat Karakter Suara yang Konsisten
- Menjaga Konsistensi Visual dengan Google Whisk
- Generate Video di Google Flow (Veo)
- Alur Generate Video yang Aman Kredit
- Scene Builder untuk Adegan Berkelanjutan
- Workflow Konsisten untuk Banyak Scene
Membuat video AI dengan karakter yang konsisten secara visual dan suara masih menjadi tantangan bagi banyak kreator. Karakter sering berubah wajah, gaya visual tidak stabil, bahkan suara terdengar berbeda di setiap scene. Masalah ini umumnya bukan karena tools yang digunakan, melainkan karena prompt yang tidak terstruktur dan tidak konsisten.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat karakter AI, dialog, dan suara yang konsisten menggunakan teknik prompt engineering yang benar, mulai dari pembuatan karakter, pengujian visual, hingga produksi video multi-scene.
Mengapa Konsistensi Karakter AI Itu Penting?
Dalam produksi video AI:
-
Karakter adalah aset utama
-
Perubahan kecil pada prompt bisa mengubah wajah, gaya, atau suara
-
Inkonsistensi merusak storytelling dan profesionalitas video
Karena itu, karakter, suara, dan struktur prompt harus diperlakukan sebagai fondasi produksi, bukan sekadar hasil generate sekali pakai.
Membuat Karakter AI dari Prompt yang Detail
Menentukan Gaya Visual Karakter
Langkah pertama adalah menentukan gaya visual karakter, misalnya:
-
Foto realistis
-
Pixar 3D animation
-
Animasi ilustrasi / komik
Gaya ini harus ditulis eksplisit di prompt, karena jika tidak, AI bisa berubah gaya di scene berikutnya.
Menyusun Prompt Karakter yang Lengkap
Prompt karakter idealnya mencakup:
-
Usia
-
Jenis kelamin
-
Bentuk wajah
-
Warna & model rambut
-
Warna kulit
-
Outfit / pakaian
-
Gaya visual (wajib)
-
Deskripsi karakter suara
Semakin detail deskripsi karakter, semakin mudah AI menjaga konsistensi visual dan suara.
Prompt karakter yang sudah jadi wajib disimpan, karena akan digunakan ulang di semua scene.
Menguji Visual Karakter di Generator Gambar
Sebelum masuk ke video, prompt karakter perlu diuji di generator gambar, misalnya:
-
ChatGPT Images
-
Google Whisk
-
Bing Image Creator
-
Generator AI lainnya
Tujuannya:
-
Memastikan visual sesuai ekspektasi
-
Mengoreksi detail (rambut, outfit, warna kulit)
-
Menentukan gambar final sebagai aset karakter utama
Gambar yang sudah cocok ini akan menjadi referensi visual utama untuk semua scene berikutnya.
Karakter dan Gambar Awal adalah Aset Produksi
Dalam workflow AI video:
-
Prompt karakter
-
Deskripsi suara
-
Gambar karakter awal
semuanya adalah aset produksi, bukan hasil sementara. Jika aset ini berubah, maka:
-
Karakter akan berubah
-
Suara tidak konsisten
-
Scene sulit disambungkan
Menyusun Dialog dan Scene yang Terstruktur
Membuat Naskah Dialog
Setelah karakter utama jadi, langkah berikutnya adalah:
-
Membuat karakter pendamping
-
Menyusun dialog multi-scene
-
Menentukan alur cerita pendek
Pada tahap ini, naskah masih mentah dan belum siap produksi.
Mengubah Naskah Menjadi Prompt Siap Produksi
Agar mudah dikontrol, prompt harus disusun dengan struktur baku, misalnya:
-
Visual
-
Pergerakan kamera
-
Detail karakter
-
Outfit
-
Dialog
-
Karakter suara
Struktur ini memudahkan:
-
Koreksi cepat
-
Menjaga konsistensi
-
Menghindari kesalahan antar scene
Bagian Prompt yang Boleh Berubah vs Wajib Konsisten
Bagian Prompt yang Boleh Berubah
-
Visual adegan
-
Lokasi
-
Gerakan kamera
-
Outfit (sesuai scene)
-
Dialog
Bagian ini bersifat dinamis mengikuti cerita.
Bagian Prompt yang Wajib Konsisten
-
Deskripsi karakter
-
Detail wajah & fisik
-
Gaya visual
-
Karakter suara
Jika bagian ini berubah atau dipersingkat, inkonsistensi pasti terjadi.
Membuat Karakter Suara yang Konsisten
Karakter suara harus dijelaskan sedetail mungkin, misalnya:
-
Rentang usia suara
-
Gaya bicara (santai, formal, ceria)
-
Logat
-
Tempo bicara
-
Karakter emosi
Semakin jelas batasannya:
-
Suara semakin khas
-
Risiko berubah semakin kecil
Prompt suara yang kabur akan menghasilkan suara yang mudah berubah.
Menjaga Konsistensi Visual dengan Google Whisk
Google Whisk digunakan untuk:
-
Membuat frame awal setiap scene
-
Menjaga background tetap konsisten
-
Menyesuaikan framing karakter
Teknik penting:
-
Upload gambar karakter awal sebagai subject
-
Upload gambar scene sebelumnya sebagai background
-
Copy prompt visual + outfit saja
Dengan cara ini, transisi antar scene terlihat natural.
Generate Video di Google Flow (Veo)
Alur Generate Video yang Aman Kredit
-
Buat project baru
-
Gunakan Frame to Video
-
Upload gambar hasil Whisk
-
Paste prompt scene lengkap
-
Set generate video 1 saja
-
Generate dan review
Hemat kredit dan mudah dikontrol.
Scene Builder untuk Adegan Berkelanjutan
Jika scene merupakan lanjutan langsung:
-
Gunakan Scene Builder
-
Ambil frame akhir scene sebelumnya
-
Ganti prompt karakter dengan versi lengkap (bukan ringkas)
Kesalahan umum:
-
Prompt karakter dipersingkat → visual & suara berubah
Solusinya: selalu copy prompt karakter dari scene pertama
Workflow Konsisten untuk Banyak Scene
Setiap scene baru:
-
Tentukan apakah perlu Whisk atau Scene Builder
-
Gunakan prompt karakter & suara yang sama
-
Ubah hanya bagian visual, dialog, dan kamera
-
Generate → review → koreksi jika perlu
Dengan pola ini:
-
Karakter tetap sama
-
Suara stabil
-
Cerita mengalir
kanalesia.com | Bringing the knowledge you need


