Cara Membuat Tempe Kedelai Sendiri di Rumah: Panduan Lengkap dari Awal Sampai Jadi

Tempe kedelai merupakan makanan fermentasi khas Indonesia yang kaya protein, murah, dan mudah diolah. Selain untuk konsumsi rumah tangga, tempe juga memiliki potensi besar sebagai peluang usaha rumahan karena bahan bakunya mudah didapat dan proses pembuatannya relatif sederhana.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara membuat tempe kedelai secara lengkap dan benar, mulai dari pemilihan bahan, proses perebusan, fermentasi, hingga tips agar tempe putih, padat, dan tidak mudah busuk.


Bahan-Bahan Membuat Tempe Kedelai

Sebelum memulai proses pembuatan tempe, siapkan bahan-bahan berikut:

  • 1 kg kedelai kualitas baik

  • Ragi tempe ± ½ sendok teh

  • Air bersih secukupnya

  • Plastik pembungkus tempe (plastik bening)

Alat yang Dibutuhkan:

  • Panci besar

  • Kompor

  • Wadah plastik atau baskom (harus bersih dan steril)

  • Saringan

  • Tusuk gigi atau jarum


Langkah-Langkah Cara Membuat Tempe Kedelai

1. Mencuci Kedelai Hingga Bersih

Langkah awal dalam pembuatan tempe adalah mencuci kedelai hingga bersih.
Cuci kedelai sebanyak 2–3 kali untuk menghilangkan debu, kotoran, dan sisa kulit ari.

Pencucian yang bersih akan sangat berpengaruh pada kualitas fermentasi tempe.


2. Merebus Kedelai Tahap Pertama

Masukkan kedelai ke dalam panci, tambahkan air hingga terendam, lalu rebus sampai air mendidih.

Setelah mendidih:

  • Matikan api

  • Biarkan kedelai tetap berada di dalam air rebusan hingga dingin

Tahap ini berfungsi untuk melunakkan kedelai agar mudah dikupas kulitnya.


3. Mengupas dan Membersihkan Kulit Kedelai

Setelah kedelai dingin, cuci kembali sambil diremas-remas menggunakan tangan.
Proses ini bertujuan untuk mengelupas kulit kedelai.

Buang kulit yang mengapung di permukaan air.
Ulangi pencucian beberapa kali hingga kedelai benar-benar bersih dari kulit ari.

Tips penting: Jika masih banyak kulit kedelai yang tersisa, hasil tempe bisa kurang padat dan mudah rusak.


4. Perendaman Kedelai Selama Satu Malam

Rendam kedelai dalam air bersih dan diamkan selama ±12 jam (satu malam).

Manfaat perendaman:

  • Membantu proses fermentasi

  • Membuat tekstur tempe lebih padat

  • Mengurangi bau langu pada kedelai

Keesokan harinya, cuci kembali kedelai dan buang sisa kulit yang masih menempel.


5. Perebusan Kedelai Tahap Kedua

Rebus kembali kedelai selama ±40 menit atau sampai benar-benar matang.

Ciri kedelai matang:

  • Tekstur empuk

  • Tidak keras saat ditekan

Setelah matang:

  • Tiriskan airnya

  • Dinginkan kedelai hingga suhu ruang


6. Pemberian Ragi Tempe

Setelah kedelai benar-benar dingin, taburkan ½ sendok teh ragi tempe untuk 1 kg kedelai.

Aduk perlahan hingga ragi tercampur merata.

Catatan penting:

  • Kedelai tidak boleh panas saat diberi ragi

  • Gunakan wadah yang steril dan bebas minyak atau garam


7. Membungkus Tempe dengan Plastik

Masukkan kedelai ke dalam plastik bening.
Isi hingga agak padat, lalu ratakan ketebalannya.

Rekatkan ujung plastik menggunakan panas (api atau lilin) agar tertutup rapat.


8. Melubangi Plastik Tempe

Tusuk plastik menggunakan tusuk gigi atau jarum dengan jarak merata.

Fungsi lubang:

  • Memasukkan oksigen

  • Mendukung pertumbuhan jamur tempe (Rhizopus)

Tanpa lubang udara, proses fermentasi bisa gagal.


9. Proses Fermentasi Tempe

Simpan tempe di tempat:

  • Kering

  • Tidak lembap

  • Suhu ruangan normal

Proses fermentasi berlangsung selama 2–3 hari.

Hari pertama:
Tempe mulai terasa hangat dan muncul embun di plastik.

Hari kedua:
Jamur putih mulai menyelimuti kedelai dan tekstur mengeras.

Hari ketiga:
Tempe putih merata, padat, dan siap digunakan.


Ciri-Ciri Tempe yang Berhasil

Tempe yang berhasil memiliki ciri-ciri berikut:

  • Warna putih bersih

  • Tekstur padat dan menyatu

  • Tidak berbau busuk

  • Kedelai terikat kuat oleh jamur


Tips Agar Tempe Tidak Gagal

  • Gunakan ragi tempe berkualitas

  • Pastikan semua alat dan wadah steril

  • Jangan memberi ragi saat kedelai masih panas

  • Hindari tempat lembap saat fermentasi


Peluang Usaha Tempe Kedelai

Membuat tempe tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Dengan modal kecil, tempe bisa dijadikan usaha rumahan yang menjanjikan, baik dijual mentah maupun diolah menjadi produk turunan seperti tempe goreng, tempe mendoan, atau keripik tempe.

Leave a Reply